Mantan kapten legendaris AC Milan, Massimo Ambrosini, akhirnya ikut buka suara membongkar borok taktik tim kesayangannya usai insiden kontroversial di stadion Olimpico.
Berbicara melalui program Cronache di Spogliatoio, pria Italia tersebut melontarkan kritik sangat tajam terhadap keputusan pelatih yang justru menarik keluar Rafael Leao.
Pulisic Harusnya Ditendang Keluar
Menurut pengamatan tajam Ambrosini, Christian Pulisic bermain jauh lebih buruk dan pantas digantikan karena gagal memberikan dua umpan matang kepada Leao yang sudah berlari bebas.
Kegagalan menyodorkan umpan krusial tersebut menjadi bukti nyata bahwa sang pemain sayap Amerika Serikat sudah kehilangan akal sehatnya akibat kelelahan parah di atas lapangan.
“Jelas sekali bahwa Pulisic adalah pemain yang seharusnya ditarik keluar oleh pelatih, bukan Leao yang sedang berusaha merusak mental bek sayap lawan,” kritik keras Ambrosini.

Taktik Penyerang Tengah Gagal
Lebih jauh lagi, sang legenda juga menyoroti peran baru Leao di lini depan yang kini dianggapnya sudah sama sekali tidak menakutkan bagi barisan pertahanan musuh.
Ia dengan tegas menolak untuk menilai kehebatan sang pemain hanya dari kemampuannya memantulkan bola layaknya seorang penyerang tengah tradisional belaka.
“Saya baru akan memuji Leao jika dia mampu menerima sepuluh bola matang dan langsung menggiringnya untuk menghancurkan bek lawan berkali-kali,” pungkasnya dengan nada sangat kecewa.
Investasi Atribut Milanisti
Tingkatkan euforia Anda saat menyaksikan live streaming Serie A dengan memakai Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori yang super keren ini.
Jangan sampai kehabisan, segera sikat promo gilanya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi
Analisis tajam dari Massimo Ambrosini ini jelas menampar keras strategi pelatih Massimiliano Allegri yang mencoba bereksperimen mengubah kodrat asli seorang Rafael Leao.
Mengurung pemain dengan kecepatan kilat seperti Leao di tengah kepungan bek tengah lawan sama saja dengan merampas senjata paling mematikan yang dimiliki skuad Rossoneri saat ini.
Seorang pelatih jenius seharusnya memaksimalkan potensi mematikan dari bintang utamanya, bukan justru memenjarakannya dalam sistem taktik yang merusak harga diri sang pemain.
Beritamilan.com selalu berjuang mandiri demi menyajikan berita sepak bola terbaik, sehingga dukungan Anda lewat tautan Trakteer ini akan sangat berarti bagi operasional kami.





