Berita

Kisah Jens Petter Hauge: Dari Pemain Antah Berantah, Dibeli Milan, Hingga Cetak Brace Singkirkan Inter Milan

×

Kisah Jens Petter Hauge: Dari Pemain Antah Berantah, Dibeli Milan, Hingga Cetak Brace Singkirkan Inter Milan

Sebarkan artikel ini
Jens Petter Hauge
Jens Petter Hauge

Kabar membanggakan datang dari mantan pemain sayap AC Milan, Jens Petter Hauge. Meski kariernya di San Siro terbilang singkat, pemain asal Norwegia ini baru saja memberikan “hadiah” luar biasa bagi para Milanisti dengan menyingkirkan rival sekota, Inter Milan, dari ajang Liga Champions.

Kilas Balik: Kedatangan yang Mengejutkan di San Siro

Pada 1 Oktober 2020, Milan secara resmi mengumumkan pembelian seorang penyerang muda Norwegia dari Bodo/Glimt seharga €4 juta. Beberapa hari sebelumnya, pemain kelahiran 1999 itu menjadi lawan Rossoneri di San Siro pada babak kualifikasi Liga Europa.

Malam itu, Milan menang susah payah dengan skor 3-2 lewat gol Hakan Calhanoglu dan brace Lorenzo Colombo. Namun, terlepas dari kekalahan timnya, nasib Hauge berubah total. Berkat penampilannya yang mengejutkan dan torehan satu golnya, Paolo Maldini sangat terkesan. Delapan hari kemudian, Hauge menandatangani kontrak dengan Milan hingga 30 Juni 2025.

Masa-Masa Sulit di Italia

Berita AC Milan
Photo: @ACMilan

Sayangnya, kedatangan Hauge ke Italia tidak berjalan mulus. Ia harus menghadapi perubahan hidup, kebiasaan, iklim, dan bahasa secara drastis. Situasi semakin rumit karena ia pindah di tengah puncak pandemi Covid-19. Sekitar 20 hari setelah kedatangannya, Hauge terinfeksi virus tersebut, memaksanya menjalani karantina dan absen melawan AS Roma.

Di Serie A, menit bermainnya sangat minim (hanya 173 menit dalam sepuluh pekan pertama). Namun, di Liga Europa, ia menjadi bintang. Memanfaatkan rotasi dari pelatih Stefano Pioli, Hauge mencetak 3 gol dan 1 assist dalam lima pertandingan fase grup. Gol pertamanya di Serie A baru datang saat melawan Napoli di Stadion Maradona, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol penutup (3-1) di menit-menit akhir.

“Lompatan dari Norwegia ke Italia jelas tidak mudah bagi pemuda 21 tahun. Terlebih lagi, ia harus bersaing langsung dengan Rafael Leao yang menjadi bintang utama tim di posisi tersebut.”

Bakat Hebat yang Belum Mekar Sempurna

Gagal mendapat tempat utama karena ketatnya persaingan dengan Leao, Milan akhirnya menjual Hauge secara permanen ke Eintracht Frankfurt dua tahun kemudian dengan harga sekitar €12 juta (memberikan keuntungan finansial bagi klub). Sayangnya, kariernya di Jerman dan masa pinjamannya di Gent (Belgia) tidak berjalan mulus. Ia gagal meninggalkan jejak berarti.

Kembali ke Rumah dan Menghancurkan Inter!

Bagaikan naskah film romantis, pada tahun 2024 Hauge memutuskan pulang ke klub kesayangannya, Bodo/Glimt. Di sanalah ia kembali menjadi protagonis mutlak, tidak hanya di liga domestik, tetapi juga di panggung termegah Eropa.

Pembuktian terbesarnya terjadi baru-baru ini pada laga play-off Liga Champions melawan Inter Milan. Hauge tampil luar biasa layaknya seorang pemimpin. Ia sukses mencetak gol di leg pertama dan leg kedua untuk menyingkirkan Nerazzurri! Berkat kepahlawanannya, Bodo/Glimt sukses melaju ke babak 16 besar Liga Champions, membawa sebuah tim Norwegia kembali ke jajaran elit Eropa setelah 38 tahun lamanya.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang butuh semangat baru dan ingin terus mendukung tim kebanggaan kita, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi pilihan paling pas buat nobar akhir pekan ini.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Kisah Jens Petter Hauge adalah bukti bahwa tidak semua perpisahan itu buruk. Secara bisnis, Milan untung besar saat menjualnya ke Frankfurt seharga €12 juta (dibeli hanya €4 juta). Kini, secara emosional, Milanisti ikut bersorak karena “sang mantan” berhasil memulangkan Inter Milan dari ajang Liga Champions dengan dua golnya yang brilian.

Hauge mungkin gagal bersinar di San Siro karena berada di bawah bayang-bayang Rafael Leao dan kesulitan beradaptasi di era pandemi. Namun, melihatnya kembali tersenyum, bermain lepas, dan mengacak-acak pertahanan Inter adalah sebuah hiburan yang sangat mahal di tengah rentetan hasil buruk Milan belakangan ini. Grazie, Jens!

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.