Berita

Kritik Tajam Emiliano Viviano: “Tim yang Bermain Berantakan Seperti Milan Tidak Akan Bisa Juara Scudetto!”

×

Kritik Tajam Emiliano Viviano: “Tim yang Bermain Berantakan Seperti Milan Tidak Akan Bisa Juara Scudetto!”

Sebarkan artikel ini
Tim AC Milan
Tim AC Milan

Kekalahan menyakitkan AC Milan dari Parma di San Siro masih terus memancing reaksi dari berbagai pengamat sepak bola Italia. Kali ini, kritik tajam dan menohok datang dari mantan penjaga gawang Serie A, Emiliano Viviano.

Berbicara dalam episode terbaru podcast Aura Sport, Viviano membedah kelemahan taktis skuad Rossoneri. Sorotan utamanya tertuju pada keputusan darurat staf pelatih (Marco Landucci/Massimiliano Allegri) yang menempatkan Rafael Leao sebagai penyerang tengah (punta) dan kepanikan formasi di akhir laga.

Kegilaan Menjadikan Leao Sebagai Target Man

Viviano tanpa tedeng aling-aling menyebut bahwa menempatkan pemain sayap asal Portugal tersebut sebagai ujung tombak murni adalah sebuah kesalahan fatal, terutama saat menghadapi tim yang bertahan sangat dalam (parkir bus).

“Bagi saya, melihat Leao menjadi penyerang tengah adalah salah satu kegilaan terbesar yang pernah saya lihat dalam 10 tahun terakhir. Membayangkan seseorang yang sudah kesulitan (di posisinya), lalu Anda menempatkannya di depan sana.”

Rafael Leao
Rafael Leao

“Kritik saya bukan untuk Allegri yang memasangnya di sana karena terpaksa (kebutuhan darurat), tetapi untuk mereka yang selama ini bilang dia bisa bermain di peran itu. Dia saja sudah kesulitan bermain melawan tim yang bertahan rapat, apalagi harus bermain membelakangi gawang lawan.”

– Emiliano Viviano (Podcast Aura Sport)

Formasi 4 Bek Bikin Merinding dan Mustahil Scudetto

Kritik Viviano tidak berhenti di lini depan. Ia juga menyoroti kepanikan Milan di menit-menit akhir laga melawan Parma, di mana Landucci merombak skema 3-5-2 menjadi 4 bek untuk mengejar ketertinggalan.

“Saya sampai merinding membayangkan bermain dengan 4 bek dengan komposisi pemain bertahan yang dimiliki Milan saat ini. Bukan karena mereka buruk, tetapi karena mereka sangat berantakan (tidak terorganisir),” sindir Viviano.

Lebih jauh, ia menilai kekalahan dari Parma adalah bom waktu yang memang sudah diprediksi akan meledak. “Saya sudah mengatakan ini selama berbulan-bulan bahwa tim yang bermain seperti ini tidak bisa memenangkan Scudetto. Saya melihat sebuah tim yang bahkan ketika menang pun selalu menderita, hampir tidak pernah menang dengan mudah dan santai. Cepat atau lambat, Anda pasti akan tersandung,” tutupnya.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang butuh semangat baru dan ingin terus mendukung tim kebanggaan kita, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi pilihan paling pas buat nobar akhir pekan ini.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Komentar Emiliano Viviano menampar kita dengan realita taktis yang sangat akurat. Rafael Leao adalah monster ketika ia memiliki ruang untuk berlari dari sayap kiri. Memaksanya bermain sebagai penyerang tengah yang harus memantulkan bola (memunggungi gawang) saat dikepung tiga bek tengah Parma adalah mematikan potensinya sendiri. Leao tidak memiliki insting seorang Target Man seperti Olivier Giroud di masa lalu.

Selain itu, sindiran soal “selalu menang dengan menderita” memang sangat relevan dengan wajah Milan musim ini. Jarang sekali kita melihat skuad asuhan Allegri ini mendominasi dan menang telak 3-0 tanpa membuat jantung Milanisti berdebar hingga peluit akhir. Perubahan paksa menjadi 4 bek di akhir laga kemarin murni karena kepanikan tertinggal gol, yang justru membuat keseimbangan tim hancur. Waktunya Allegri merenungkan kritik ini dan mencari pakem serangan yang lebih mengalir tanpa harus menyiksa pemain di luar posisi aslinya.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.