Di tengah modernisasi taktik sepak bola yang semakin kaku dan minim kreativitas individu, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari salah satu seniman lapangan hijau terhebat sepanjang masa, Ronaldinho.
Mantan bintang AC Milan dan Timnas Brasil yang terkenal dengan senyuman dan trik Joga Bonito-nya itu secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya sudah tidak menikmati menonton pertandingan sepak bola modern secara utuh.
90 Menit Terasa Terlalu Lama
Dalam sebuah wawancara panjang yang dirilis oleh surat kabar olahraga Spanyol, MARCA, pria yang akrab disapa Dinho ini mengungkapkan kebosanannya terhadap durasi pertandingan dan kualitas teknik pemain saat ini.
“Saya tidak suka menonton pertandingan sepak bola (secara utuh). Saya hanya suka menonton cuplikannya saja (highlights). 90 menit itu terlalu lama.”
“Kecuali jika itu adalah pertandingan final, laga derby, atau semacamnya. Jika bukan pertandingan-pertandingan seperti itu, saya tidak menyukainya.”
– Ronaldinho (Via MARCA)
Kesal Melihat Kesalahan Pemain Modern
Lebih lanjut, peraih Ballon d’Or 2005 tersebut membeberkan alasan lucu sekaligus menohok mengapa ia menghindari menonton siaran langsung selama 90 menit. Insting magisnya sebagai mantan pemain hebat rupanya sering membuatnya frustrasi saat melihat kesalahan-kesalahan elementer yang dilakukan oleh para pemain era sekarang.
“Saya menjadi gugup dan kesal. Saya melihat sebuah situasi (di lapangan) dan berpikir dalam hati: ‘Bagaimana bisa orang itu gagal melakukannya (trik atau umpan tersebut)?’. Di situlah momen yang membuat saya menjadi marah,” tutup Ronaldinho sambil tertawa khas.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin bernostalgia dengan era magis Ronaldinho atau mendukung skuad saat ini, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi pilihan paling pas dan terjangkau.
Analisis Redaksi

Pernyataan Ronaldinho sebenarnya mewakili perasaan banyak penikmat sepak bola lawas, termasuk para Milanisti. Era di mana pesepak bola bermain murni untuk menghibur penonton dengan trik magis seolah sudah mati, digantikan oleh sistem taktik robotik yang sangat mengutamakan hasil akhir (seperti yang sering dikritik dari skema permainan Allegri belakangan ini).
Wajar jika seorang maestro seperti Ronaldinho merasa “gatal” dan emosi saat melihat pemain modern gagal melakukan umpan atau trik sederhana. Sepak bola saat ini memang jauh lebih menguras fisik, tetapi kehilangan banyak sentuhan keindahannya.
Pernyataan Dinho ini juga bisa menjadi sindiran halus bagi para pemain sayap Milan saat ini agar tidak hanya mengandalkan lari cepat, tetapi juga berani menampilkan kreativitas tak terduga untuk membongkar pertahanan rapat lawan!
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.




