Kemenangan AC Milan atas Pisa menyisakan cerita emosional bagi dua penggawa Rossoneri, Niclas Füllkrug dan Adrien Rabiot. Füllkrug menjadi sorotan karena kegagalannya mengeksekusi penalti yang membentur tiang gawang.
Melansir dari MilanNews.it, striker asal Jerman tersebut langsung menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Ia merasa lega karena kesalahannya tidak menyebabkan tim kehilangan poin.
“Pastinya saya pernah mengalami hari-hari yang lebih baik, tapi untungnya penalti itu tidak menjadi penentu hasil akhir. Terima kasih tim!”
“Pertandingan seperti ini masih bisa membuat perbedaan pada akhirnya dan hanya itu yang kita butuhkan sekarang! Terima kasih semuanya telah mendukung kami di Jumat malam ini. Selamat berakhir pekan, Rossoneri!”
– Niclas Füllkrug via Instagram
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Sebagai catatan statistik, ini adalah kegagalan penalti ketiga sepanjang karier striker berusia 33 tahun tersebut. Füllkrug kini mencatatkan rekor 27 gol dari 30 kali kesempatan menjadi algojo titik putih.
Rabiot Protes “Kecurangan” Lawan

Di sisi lain, Adrien Rabiot yang masih kecewa berat akibat kartu merahnya, mengunggah protes keras di Instagram Story. Ia memposting tangkapan layar momen penalti Füllkrug yang memperlihatkan dua dugaan pelanggaran regulasi.
Pertama, bek Pisa Canestrelli terlihat sudah masuk jauh ke dalam kotak penalti sebelum bola ditendang. Kedua, kiper Nicolas terlihat tidak menempatkan setidaknya satu kaki di garis gawang saat bola dipukul.
Penjelasan Regulasi VAR
Namun, berdasarkan regulasi IFAB, keputusan wasit untuk tidak mengulang penalti tersebut sudah benar. VAR hanya akan mengintervensi pemain yang masuk area penalti (encroachment) jika pemain tersebut langsung terlibat dalam permainan bola muntah.
Sementara soal posisi kiper, penalti hanya diulang jika bola berhasil diselamatkan (ditepis) oleh kiper yang melanggar posisi. Dalam kasus Füllkrug, bola mengenai tiang (tidak ditepis), sehingga pelanggaran posisi kiper dianggap tidak mempengaruhi arah bola.
Analisis Redaksi
Sikap Füllkrug menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab sebagai pemain senior. Permintaan maafnya yang tulus tentu akan diterima dengan baik oleh Milanisti, apalagi tim tetap membawa pulang tiga poin.
Sementara itu, kemarahan Rabiot bisa dimaklumi mengingat tensi pertandingan yang tinggi. Namun, sebagai pemain profesional, ia harus lebih berhati-hati di media sosial agar tidak memancing sanksi tambahan dari operator liga.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




