Mantan pemain AC Milan, Mattia De Sciglio, mengenang masa-masa terakhirnya berseragam Rossoneri dalam sebuah wawancara bersama Corriere della Sera. Pemain yang kini berstatus tanpa klub itu berbicara terbuka mengenai perjalanan kariernya, termasuk periode sulit yang ia alami di Milan sebelum akhirnya meninggalkan San Siro.
De Sciglio juga mengulas pengalamannya bersama Juventus, keputusan besar yang ia ambil dalam karier, serta bagaimana ia bangkit setelah masa sulit yang sempat ia alami.
Memilih Juventus dan Kebangkitan Karier
Dalam wawancara tersebut, De Sciglio mengungkapkan bahwa dirinya sempat diminati klub besar lain sebelum akhirnya memilih pindah ke Turin.
“Juventus? Sebenarnya Liverpool juga menginginkan saya, tetapi saya memilih Turin. Di bangku cadangan ada Allegri dan timnya benar-benar kuat. Berada di ruang ganti penuh pemain juara, setelah juga tampil sebagai pemain penting di Piala Eropa, adalah bentuk pembalasan pribadi setelah periode sulit yang saya alami,” ujar De Sciglio.
“Memenangkan Scudetto adalah kepuasan yang luar biasa. Itu tujuan yang sudah lama saya kejar. Sulit dijelaskan dengan kata-kata bagaimana rasanya menjuarai liga dan merayakannya bersama seluruh kota,” tambahnya.
Akhir Perjalanan di Milan

Bagian paling emosional dari pengakuan De Sciglio adalah ketika ia menceritakan perpisahannya dengan Milan, klub yang membesarkan namanya.
“Di Milan, sebuah siklus sudah berakhir dan segalanya tidak berjalan dengan baik. Saya mengalami cedera yang membuat saya kehilangan ketenangan dan kontinuitas bermain,” jelasnya.
Ia kemudian mengenang satu momen spesifik yang menjadi titik balik dalam kariernya bersama Rossoneri.
“Setelah beberapa penampilan yang tidak bagus, semuanya dimulai. Tanggal 23 April 2017, Milan melawan Empoli. Kami tertinggal dua gol. Pada menit ke-70, Montella memutuskan untuk menarik saya keluar. Saya marah. Pergantian itu tidak pernah saya pahami,” kenangnya.
“Saya merasa pergantian itu hanya cara untuk menggunakan saya dan situasi yang sedang saya alami demi mengalihkan perhatian dari kesulitan seluruh tim. Saat saya keluar lapangan, hujatan dan siulan turun deras. Hari itu saya menyadari bahwa saya tidak bisa melanjutkan seperti ini lagi. Kisah saya di Milan sudah selesai,” tutup De Sciglio.
Pengakuan tersebut menggambarkan tekanan besar yang ia rasakan di penghujung kariernya bersama Milan, sebelum akhirnya memilih membuka lembaran baru bersama Juventus.
BeritaMilan.com dikelola secara independen dan bergantung pada dukungan pembaca untuk biaya operasional serta perawatan website ini. Jika Anda ingin membantu menjaga keberlangsungan situs ini, silakan klik di sini.