Berita

Analisis Gazzetta: Milan Punya ‘Senjata Rahasia’ yang Tidak Dimiliki Inter untuk Juara

×

Analisis Gazzetta: Milan Punya ‘Senjata Rahasia’ yang Tidak Dimiliki Inter untuk Juara

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, Scudetto
Massimiliano Allegri, Scudetto

Meskipun saat ini tertinggal lima poin dari rival sekota Inter Milan, AC Milan dilarang mengibarkan bendera putih. La Gazzetta dello Sport edisi pagi ini (28/1) merilis analisis menarik mengapa Rossoneri masih sangat berpeluang meraih Scudetto.

Di atas kertas, Inter bermain lebih atraktif dan produktif. Namun, Milan memiliki keunggulan non-teknis yang bisa menjadi penentu di akhir musim. Berikut alasannya:

1. Fokus Tunggal (Tanpa Gangguan Eropa)

Ini adalah keuntungan terbesar Milan. Rossoneri sudah gugur di kompetisi lain, sehingga mereka hanya memikirkan Serie A.

  • Milan: Tidak buang energi di Eropa atau Coppa Italia. Risiko cedera lebih minim.
  • Inter: Masih harus membagi fokus dan tenaga di Liga Champions dan kompetisi domestik lainnya.

2. Faktor Allegri vs Chivu

Di bangku cadangan, terjadi ketimpangan pengalaman yang masif.

  • Max Allegri: Sudah memenangkan 6 Scudetto (5 Juventus, 1 Milan). Dia tahu persis cara memanajemen momen kritis.
  • Cristian Chivu: Ini adalah pengalaman pertamanya melatih klub besar. Tekanan di fase akhir musim bisa memengaruhi keputusannya.

3. Mentalitas “Tanpa Beban”

Target realistis Milan sejak awal musim hanyalah Lolos ke Liga Champions (4 Besar). Tidak ada kewajiban mutlak untuk juara. Sebaliknya, Inter dengan skuad mahalnya memiliki beban wajib Scudetto.

“Tekanan ada pada Inter, Milan hanya perlu mempertahankan rata-rata poin mereka,” tulis Gazzetta.

4. Statistik “Jelek” tapi Efektif

Milan tidak peduli dengan penguasaan bola cantik. Statistik menunjukkan Milan memiliki rata-rata sapuan bola (clearances) tertinggi di antara 6 tim teratas (22,4 per laga). Ini menunjukkan gaya main Allegri yang pragmatis: bertahan rapat, buang bola jika perlu, dan tunggu momen serangan balik. Membosankan? Mungkin. Efektif? Sangat. Buktinya, Milan baru kalah satu kali musim ini (di pekan pertama).

Milan Jual Jimenez €22 Juta, tapi Cuma Kantongi €11 Juta, Kok Bisa? Baca analisisnya sambil ngopi, traktir mimin kopinya di sini.