Kekalahan menyakitkan AC Milan dari Parma pada laga Senin dini hari tadi (kick-off pukul 00.00 WIB) meninggalkan jejak kontroversi yang sangat tebal. Gol penentu kemenangan tim tamu menjadi sorotan utama karena dinilai menyalahi aturan dasar sepak bola.
Luca Marelli, mantan wasit yang kini menjadi komentator dan pakar perwasitan untuk DAZN, membedah secara detail insiden kontroversial tersebut. Menurutnya, ada kesalahan fatal dalam penerapan On-Field Review (OFR) alias pengecekan monitor VAR oleh wasit Piccinini.
Kontak Troilo dan Bartesaghi: Bersih!
Marelli pertama-tama membahas insiden awal sebelum gol terjadi, yakni duel udara antara Troilo (Parma) dan Davide Bartesaghi (Milan). Untuk insiden ini, Marelli sepakat bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi.
“Mengenai kontak antara Troilo dan Bartesaghi, saya sangat setuju dengan (Massimo) Ambrosini, karena dinamikanya harus dipertimbangkan. Bartesaghi membungkuk, mungkin juga karena dia merasakan sedikit tekanan dari Troilo. Tetapi pada awalnya dia tidak benar-benar melompat, sementara Troilo melompat dengan cukup bebas. Oleh karena itu, saya akan mengesampingkan hal ini dan menganggapnya sah (reguler),” jelas Marelli.
Blok Ilegal Valenti kepada Maignan: Salahi Aturan Ke-12!
Titik permasalahan sebenarnya ada pada pergerakan Valenti yang menghalangi pergerakan kiper Mike Maignan. Marelli dengan tegas merujuk pada buku peraturan resmi sepak bola.
“Yang lebih rumit adalah blok dari Valenti yang bagi saya tampak sangat disengaja… Apa yang dikatakan peraturan kepada kita? Aturan 12, tentang pelanggaran dan kelakuan buruk. Secara khusus di halaman 91, dijelaskan apa arti ‘menghalangi lawan’.”
“Paragraf pertama mengatakan: ‘menghalangi pergerakan lawan berarti bergerak ke jalur lawan untuk menghalangi, memblokir, memperlambat, atau memaksa mereka mengubah arah ketika bola tidak berada dalam jarak permainan dari kedua pemain’. Inilah intinya!”
– Luca Marelli (Pakar Wasit DAZN)
Marelli menambahkan bahwa ada pergerakan mikro dari Valenti yang secara jelas berniat menghalangi Maignan saat sepak pojok dieksekusi. “Oleh karena itu, berdasarkan peraturan, gol ini seharusnya tidak disahkan!” tegasnya.
Kritik Keras Penggunaan VAR
Lebih jauh lagi, Marelli mengkritik intervensi VAR. Menurut protokol, VAR hanya boleh mengintervensi wasit utama jika terjadi “kesalahan yang jelas dan nyata” (clear and obvious error). Wasit Piccinini sebenarnya sudah mengevaluasi kontak tersebut di atas lapangan dan membiarkannya.
“Apakah kita menghadapi kesalahan yang jelas dan nyata? Tidak. Ada kontak, sebuah blokade. Piccinini telah mengevaluasinya di lapangan: menurut pendapat saya, penggunaan OFR (cek monitor VAR) ini sangat tidak pada tempatnya. Anda bisa lihat Piccinini berada di depan monitor untuk waktu yang sangat lama, dia sangat ragu: dan itulah intinya. Karena ini adalah sebuah keraguan, maka ini bukanlah situasi untuk On-Field Review,” tutup Marelli penuh keheranan.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Analisis tajam Luca Marelli seolah menaburkan garam di atas luka para Milanisti yang rela begadang pada Senin dini hari ini. Kekalahan ini bukan murni karena Milan bermain sangat buruk (meski penyelesaian akhirnya memang bermasalah), melainkan karena dirampok oleh keputusan wasit yang buta terhadap buku peraturan.
Blok sengaja (screen play) seperti di olahraga basket yang dilakukan Valenti kepada Maignan adalah pelanggaran mutlak. Lebih parahnya, keraguan wasit Piccinini yang menatap monitor VAR bermenit-menit adalah bukti bahwa protokol VAR dijalankan secara berantakan di Serie A.
Manajemen AC Milan tidak boleh terus diam; inilah saatnya Paolo Scaroni atau jajaran petinggi lainnya menuntut penjelasan resmi dari komite wasit (AIA)!
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.




