Kekalahan mengejutkan AC Milan dari Parma (0-1) pada Senin dini hari tadi membawa dampak ganda yang sangat merugikan. Selain menghentikan rekor 24 pertandingan tak terkalahkan (unbeaten) yang sudah dijaga sejak Agustus, hasil ini juga merusak posisi Rossoneri di papan atas klasemen Serie A.
Update Klasemen Serie A: Milan Harus Lihat ke Bawah
Kemenangan 2-0 Inter Milan atas Lecce membuat rival sekota tersebut kini terbang bebas di puncak klasemen dengan raihan 64 poin. Jarak 10 poin dengan Milan (54 poin) terasa sangat curam untuk dikejar di sisa kompetisi.
Kini, alih-alih terus menatap Inter di atas, skuad asuhan Massimiliano Allegri harus mulai waspada dan melihat ke bawah. Napoli dan AS Roma kini menempel ketat dengan 50 poin, siap merebut posisi runner-up jika Milan kembali tersandung.
KLASEMEN SEMENTARA SERIE A (Papan Atas):
- 1. Inter Milan – 64 Poin (26 Laga)
- 2. AC Milan – 54 Poin (26 Laga)
- 3. Napoli – 50 Poin (26 Laga)
- 4. AS Roma – 50 Poin (26 Laga)
- 5. Juventus – 46 Poin (26 Laga)
- 6. Como – 45 Poin (26 Laga)
- 7. Atalanta – 45 Poin (26 Laga)
Sintesis Milan vs Parma: Debut Jersey dan Badai Kesialan

Jalannya pertandingan dini hari tadi sebenarnya didominasi oleh Milan, namun diwarnai oleh berbagai kesialan yang beruntun. Laga ini sejatinya menjadi momen spesial karena Milan mengenakan seragam (jersey) keempat terbaru mereka yang menampilkan corak merah dan hitam yang berbeda. Namun, debut seragam ini justru diwarnai petaka.
Saat pemanasan, Milan sudah harus kehilangan Matteo Gabbia, yang posisinya langsung digantikan oleh Koni De Winter (menemani Davide Bartesaghi yang turun sebagai starter). Penderitaan berlanjut sepuluh menit pasca kick-off saat Ruben Loftus-Cheek bertabrakan dengan kiper Corvi hingga harus ditandu keluar lapangan menggunakan penyangga leher. Ardon Jashari masuk menggantikannya diiringi tepuk tangan simpati seisi San Siro.
Milan yang didampingi asisten pelatih Marco Landucci (Allegri diskors) terus membombardir pertahanan Parma. Rafael Leao dan Christian Pulisic berulang kali menciptakan peluang, namun eksekusinya kurang maksimal. Puncaknya di pertengahan babak kedua, tendangan voli Leao menyambut umpan Rabiot harus membentur tiang gawang.
Saat Parma semakin menumpuk pemain di area penalti, petaka sesungguhnya datang pada menit ke-80. Sundulan bek Parma, Troilo, berbuah gol. Wasit Piccinini awalnya menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran (halangan/dorongan) terhadap Mike Maignan. Namun, setelah tinjauan VAR yang sangat panjang, wasit mengoreksi keputusannya dan mengesahkan gol tersebut (0-1). Perubahan formasi menjadi empat bek dan tambahan penyerang di sisa waktu tak mampu menyelamatkan Milan dari kekalahan.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Melihat klasemen terbaru, realita menampar kita dengan cukup keras. Bermimpi soal Scudetto saat tertinggal 10 poin dari tim sekonsisten Inter Milan rasanya agak berlebihan saat ini. Fokus manajemen, Allegri, dan para pemain harus segera diubah: amankan tiket Liga Champions dan jangan sampai tersalip oleh Napoli, Roma, atau bahkan Juventus.
Kekalahan dari Parma ini ibarat rangkuman segala penyakit Milan musim ini: apes cedera, rotasi darurat, penyelesaian akhir yang membuang-buang peluang (tiang gawang Leao), dan tentu saja, regulasi VAR yang merugikan. Debut jersey keempat yang berujung kekalahan juga menambah mitos “kutukan jersey baru” di kalangan fans. Hari Selasa besok skuad akan kembali berlatih, dan evaluasi mental harus menjadi menu utama sebelum bertanding di laga selanjutnya.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





