Filippo Terracciano, bek muda yang dipinjamkan AC Milan ke Cremonese pada musim panas lalu, akhirnya buka suara mengenai pengalamannya. Setelah kekalahan timnya dari Fiorentina, pemain berusia 22 tahun ini merefleksikan waktunya yang singkat namun berharga bersama Rossoneri.
Kepindahan Terracciano ke Milan pada Januari sebelumnya sempat menimbulkan pertanyaan. Ia didatangkan sebagai pelapis untuk menambah kedalaman skuad, namun gagal memberikan dampak signifikan di lapangan. Hal ini menjadi cerminan mengapa strategi “asal beli untuk pelapis” di bulan Januari bisa berisiko—sebuah pelajaran yang relevan bagi manajemen Milan saat ini.
Milan Sebagai Sekolah Kehidupan
Meskipun menit bermainnya terbatas dan akhirnya harus dipinjamkan, Terracciano tidak melihat waktunya di Milanello sebagai kegagalan total. Berbicara kepada DAZN (via MilanNews), ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran.
“Di Milan, itu adalah jendela transfer yang banyak mengajarkan saya, baik secara personal maupun teknis-taktis. Saya sedang dalam proses pengembangan, dan saya tidak berniat untuk berhenti.”
Membangun Kembali di Cremonese
Kini di Cremonese, Terracciano berusaha menemukan kembali ritme permainannya. Ia merasa bersyukur mendapatkan kepercayaan penuh dari klub barunya.
- Kepercayaan Pelatih: “Saya harus sangat berterima kasih kepada Cremonese atas kepercayaan yang diberikannya kepada saya sejak awal. Kami banyak bekerja sama dengan pelatih dan staf.”
- Ambisi Muda: Di usia 22 tahun, Terracciano menyadari jalannya masih panjang. “Hanya dengan cara ini (bekerja keras) saya dapat mencapai hasil yang saya inginkan.”
Masa Depan Masih Abu-abu
Apakah Terracciano akan kembali ke San Siro? Hal itu masih menjadi tanda tanya besar. Klausul pembelian dalam peminjamannya bersifat kondisional, yang berarti nasibnya bergantung pada performanya di paruh kedua musim ini.
Bagi Milan, kasus Terracciano adalah pengingat bahwa merekrut pemain muda berbakat saja tidak cukup; mereka butuh rencana pengembangan yang jelas atau menit bermain yang memadai, sesuatu yang sulit didapatkan di klub sebesar Milan.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.




