BeritaSerba Serbi

Terbaik & Terburuk 2025: Gol Roket Rabiot, Assist Ajaib Pulisic, dan Bintang Baru Bartesaghi

×

Terbaik & Terburuk 2025: Gol Roket Rabiot, Assist Ajaib Pulisic, dan Bintang Baru Bartesaghi

Sebarkan artikel ini
AC Milan 2025
AC Milan 2025

Tahun 2025 resmi berakhir. Jika ada satu kata yang bisa menggambarkan perjalanan AC Milan selama 12 bulan terakhir, kata itu mungkin adalah “Rollercoaster”. Mengikuti Rossoneri memang tidak pernah mudah; selalu ada pasang surut yang ekstrem.

Sebagai artikel pembuka tahun untuk mengenang tahun yang penuh gejolak namun berakhir dengan harapan ini, kami telah merangkum momen-momen “Terbaik” dan “Terburuk” yang mendefinisikan tahun 2025 bagi Il Diavolo.

Kategori Terbaik (The Best)

Di tengah badai, selalu ada sinar matahari. Berikut adalah pencapaian tertinggi Milan tahun ini:

  • Pemain Terbaik: Christian Pulisic. Tidak ada perdebatan. Pemain Amerika ini adalah tulang punggung tim. Baik sebagai starter maupun penentu laga, tekanan selalu ada di pundaknya dan ia selalu menjawabnya. MVP sejati.
  • Momen Terbaik: Kembalinya Massimiliano Allegri. Ini lebih dari sekadar ganti pelatih; ini adalah kembalinya pengalaman, ambisi, dan stabilitas yang sangat dibutuhkan di Milanello setelah kekacauan awal tahun.
  • Bintang Baru (Breakout Star): Davide Bartesaghi. Meski Alexis Saelemaekers tampil bagus, tahun ini adalah milik Bartesaghi. Pemain berusia 20 tahun ini sabar menunggu giliran dan kini posisi bek kiri masa depan tampak aman di tangannya.
  • Kemenangan Terbaik: 3-0 di Semifinal Coppa Italia. Mengalahkan rival sekota (Inter) dengan skor telak di laga tandang, di tengah musim yang buruk, adalah kepuasan tersendiri meski akhirnya gagal di final.
  • Gol & Assist Terbaik: Gol roket Adrien Rabiot vs Torino yang indah dilihat dalam gerakan lambat, dan assist Christian Pulisic vs Napoli (lari solo brilian hingga garis akhir sebelum mengumpan ke Saelemaekers).

Kategori Terburuk (The Worst)

Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap luka yang terjadi sepanjang 2025:

  • Pertandingan Terburuk: Final Coppa Italia. Harapan sempat tumbuh, namun Milan justru dihancurkan telak dan tidak terlihat siap bertarung sama sekali di partai puncak. Definisi kegagalan yang menyakitkan.
  • Momen Terburuk: Conceicao vs Calabria. Pertengkaran terbuka antara pelatih (Sergio Conceicao) dan kapten (Davide Calabria) di lapangan usai menang lawan Parma. Itu adalah puncak toksisitas yang harus dilupakan.

Bagaimana dengan pilihan Anda? Apakah Anda setuju dengan daftar ini? Tahun 2026 sudah tiba, mari berharap tahun ini akan jauh lebih konsisten dan bergelimang trofi bagi AC Milan kita.

Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.