Tag: Juventus

  • AC Milan dalam Proses Pembajakan Thiago Motta dari Tangan Juventus

    AC Milan dalam Proses Pembajakan Thiago Motta dari Tangan Juventus

    Berita AC Milan – AC Milan telah menetapkan Thiago Motta sebagai target nomor satu untuk mengisi peran pelatih kepala dan berencana untuk mengungguli Juventus, demikian klaim seorang jurnalis.

    Hipotesis mengenai Motta, yang selalu menjadi pertimbangan bagi manajemen dan pemilik klub, kembali muncul setelah keputusan untuk tidak melanjutkan negosiasi dengan Julen Lopetegui.

    Menurut Sacha Tavolieri, Motta telah dipilih sebagai ‘pilihan nomor satu’ oleh manajemen AC Milan untuk mengambil alih kendali dari Stefano Pioli.

    Rossoneri menginginkan pelatih kelas dunia, dan mereka yakin bahwa Motta adalah orang yang tepat untuk memimpin proyek mereka selanjutnya. Saat ini, upaya sedang dilakukan untuk meyakinkan Motta dan mengalahkan Juventus dalam persaingan untuk mendapatkan tanda tangan pelatih tersebut.

    Tavolieri juga menambahkan bahwa laporan mengenai Paulo Fonseca dari Lille dan Domenico Tedesco dari Belgia telah dianggap tidak relevan, sehingga mereka bukan lagi menjadi pilihan utama AC Milan.

    Thiago Motta adalah aktor utama dari apiknya performa Bologna dan memiliki pemahaman yang kuat tentang Serie A. Selain itu, gaya permainannya yang menarik dan mentalitasnya yang masih segar setelah pensiun sebagai pemain, serta rekam jejaknya dalam mengembangkan pemain muda, membuatnya menjadi kandidat yang menarik bagi AC Milan.

  • AC Milan Benar-benar ingin Datangkan Thiago Motta

    AC Milan Benar-benar ingin Datangkan Thiago Motta

    Berita AC Milan – Juventus tampaknya telah menarik perhatian Thiago Motta untuk mengambil alih kursi pelatih musim depan, tetapi AC Milan tidak berencana untuk menyerah begitu saja.

    Berita dari MilanNews menggarisbawahi bahwa dalam bisnis sepak bola, tanpa tanda tangan, tidak ada kepastian yang bisa dipegang teguh.

    Kasus Franck Kessie menjadi contoh nyata ketika ia secara verbal menyatakan kesetiaannya kepada AC Milan dan berjanji untuk menandatangani kontrak baru, hanya untuk kemudian pergi secara gratis beberapa bulan kemudian. Begitu pula dengan Marcus Thuram, yang sepakat dengan Rossoneri sebelum akhirnya mencetak gol untuk rival sekota Inter dan membantu mereka meraih Scudetto.

    Apakah Thiago Motta akan mengikuti jejak serupa dengan Juventus? Waktu yang akan menjawab. Namun, situasinya tampak lebih rumit, terutama ketika tim asuhan Motta, Bologna, tengah bersaing ketat dengan Juventus untuk meraih tiket Liga Champions.

    Cerita ini dimulai ketika pelatih asal Italia-Brasil tersebut mencapai kesepakatan secara lisan dengan eksekutif Juventus, John Elkaan, tanpa menandatangani kontrak resmi. Pertanyaannya, apakah AC Milan akan ikut campur?

    Satu hal yang pasti: manajemen AC Milan kembali mempertimbangkan opsi pengganti Stefano Pioli setelah reaksi negatif terhadap rumor kepindahan Julen Lopetegui. Salah satu kandidat yang terus mereka perhatikan adalah Thiago Motta, yang memiliki banyak kriteria yang mereka cari.

    Motta telah menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih di Bologna, mengenal liga dengan baik, memiliki gaya bermain menarik, serta mentalitasnya sebagai pemain besar yang baru saja pensiun, ditambah dengan rekam jejaknya dalam mengembangkan pemain muda.

    Dengan kata lain, ia adalah kandidat ideal untuk menyemangati proyek yang sedang dibangun oleh Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic, dan rekan-rekannya, asalkan Milan dapat mengatasi persaingan dari Juventus.

    Namun, kegagalan Juventus dalam menentukan masa depan Massimiliano Allegri menjadi faktor yang turut mempengaruhi situasi. Allegri masih mendapat dukungan kuat dari sebagian pendukung Juventus, termasuk ultras, dan memiliki kontrak yang berlaku hingga 2025 dengan bayaran €9 juta per musim.

    Selain itu, ada juga dugaan bahwa mengganti Allegri akan mengakibatkan biaya yang besar untuk memberhentikan seluruh stafnya, sehingga membuat keputusan untuk memecatnya menjadi sulit. Dalam keadaan semacam ini, sulit untuk memprediksi tindakan selanjutnya yang akan diambil oleh AC Milan.

  • AC Milan Coba Bajak Thiago Motta dari Tangan Juventus

    AC Milan Coba Bajak Thiago Motta dari Tangan Juventus

    Berita AC Milan – Sebuah laporan dari Italia mengungkapkan bahwa AC Milan kini terlibat dalam perlombaan merekrut Thiago Motta, seorang pelatih yang sebelumnya telah memberikan janji kepada Juventus.

    Menurut Corriere della Sera (via PianetaMilan), Milan tengah berupaya menyalip Juventus dalam usaha merekrut Motta sebagai pengganti Stefano Pioli di akhir musim.

    Hal ini terjadi setelah Milan menyadari respons negatif yang muncul ketika berita tentang kemungkinan perekrutan Julen Lopetegui mencuat. Dalam upaya mencari alternatif, nama-nama seperti Francesco Farioli dan Roberto De Zerbi telah masuk dalam daftar, namun manajemen AC Milan berusaha untuk membajak Thiago Motta yang kabarnya sudah memberikan kata sepakat gabung Juventus.

    Klub Milan telah memperbaharui kontak dengan Motta, meskipun sebelumnya Motta telah memberikan janji kepada Juventus dan Cristiano Giuntoli. Namun, kesepakatan lisan tersebut belum diikuti dengan kesepakatan formal, sementara Juventus sendiri mengalami kesulitan dalam proses pemecatan Massimiliano Allegri. Jika Allegri dipecat, Juventus harus membayar penuh gaji dia dan stafnya, yang dapat mencapai sekitar €12 juta.

    Besarnya angka ini menjadi pertimbangan bagi Juventus, yang juga harus membayar €9,7 juta kepada Cristiano Ronaldo sebagai hasil dari dampak finansial pandemi Covid-19. Dengan perhitungan yang rumit, AC Milan berusaha untuk memanfaatkan situasi ini dan mengambil langkah maju dalam perburuan Thiago Motta.

  • Rating Pemain AC Milan vs Juventus [Serie A]

    Rating Pemain AC Milan vs Juventus [Serie A]

    Berita AC Milan – AC Milan berhasil mempertahankan jarak dengan Juventus dalam klasemen Serie A setelah hasil imbang tanpa gol di Allianz Stadium malam ini. Namun, performa tim asuhan Stefano Pioli masih jauh dari memukau.

    Berikut adalah rating pemain AC Milan dalam pertandingan tersebut:

    Starting XI:

    • Sportiello (6,5): Penampilan solid, dengan penyelamatan penting yang mempertahankan gawangnya tetap bersih. Namun, sebuah kesalahan yang berpotensi fatal menurunkan ratingnya.
    • Musah (5.5): Tidak buruk, tetapi terlalu mudah dikalahkan di lini belakang dan umpan/tembakan terakhirnya kurang akurat.
    • Gabbia (6): Tampil solid dalam menghadapi serangan Juventus, melakukan beberapa sapuan penting.
    • Thiaw (7): Menjadi pemain terbaik Milan dalam pertandingan tersebut, bertahan dengan baik dan aktif dalam mengintersep bola.
    • Florenzi (5.5): Keluar dari posisi, memiliki beberapa pergerakan bagus ke depan, tetapi belum efektif dalam mengancam.
    • Adli (5): Mulai baik dengan umpan-umpan tajam, namun kehilangan konsistensi dan terlalu banyak kesalahan sasaran.
    • Reijnders (5): Penampilan tenang tetapi kurang dalam hal kecerobohan dan dukungan di fase bertahan.
    • Pulisic (5.5): Memberikan beberapa opsi, tetapi tidak terlalu terbantu oleh kecepatan timnya.
    • Loftus-Cheek (5.5): Sesekali merebut bola kembali tetapi kurang dalam pengambilan keputusan penting.
    • Leao (5.5): Beberapa pergerakan bagus tetapi perlu meningkatkan kontribusi bertahan.
    • Giroud (5): Kesulitan dalam pertandingan ini, tetapi juga kurang mendapat dukungan.

    Substitusi:

    • Bennacer (5,5): Mencoba memberikan umpan-umpan vertikal yang baik tetapi tanpa hasil.
    • Okafor (5.5): Tidak banyak berkontribusi, mungkin karena tim mempertahankan hasil imbang.

    Manager:

    • Pioli (5): Taktiknya tidak mengangkat performa pemain, dan AC Milan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

    Pertandingan yang kurang spektakuler ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam serangan dan efisiensi tim Milan dalam pertahanan.

  • Pertempuran Akhir: Allegri vs. Pioli, Dance of Destiny!

    Berita AC Milan – Bagi Massimiliano Allegri dan Stefano Pioli, apa yang mereka hadapi tidak hanya pertandingan sepak bola rutin. Itu adalah pertempuran untuk masa depan mereka, sebuah tanggung jawab yang melekat pada setiap keputusan, setiap langkah, setiap hasil. Dan seperti yang menggantung di udara, kepastian akan takdir mereka tidak pernah terasa begitu dekat.

    AC Milan dan Juventus, dua kekuatan besar Italia yang sedang merangkak menuju akhir musim Serie A yang penuh dengan teka-teki. Kedua klub memiliki kepala pelatih yang mengalami tekanan besar, menyadari bahwa setiap langkah yang mereka ambil mungkin menjadi penentu masa depan mereka.

    Meskipun belum ada pengumuman resmi, spekulasi tentang pemecatan Allegri dari Juventus dan penggantian Pioli di AC Milan telah menjadi bahan obrolan di dunia sepak bola. Terlebih lagi, sementara Juventus terlihat aktif dalam mencari pengganti potensial, Milan masih terlihat bingung dalam mencari pengganti yang cocok.

    Pada musim ini yang sulit, Allegri terpaksa menghadapi tagar #AllegriOut yang sering menjadi trending setelah hasil buruk. Sementara itu, Pioli, sejak bergabung dengan Milan pada 2019, telah terbiasa dengan tekanan konstan yang mengelilinginya.

    Namun, dalam pertarungan akhir pekan ini, ketidakpastian merajalela. Kedua tim telah gagal mencapai target yang ditetapkan pada awal musim, dan kendati mereka diberitahu bahwa nasib mereka akan ditentukan pada akhir musim, keputusan sepertinya sudah di ambang jalan.

    Jadi, saat mereka bersiap untuk pertandingan terakhir mereka, bukan hanya tiga poin yang dipertaruhkan. Ini adalah pertarungan untuk menentukan siapa yang akan membawa tongkat kekuasaan ke depan.

    Pertarungan ini tidak hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang memenangkan masa depan. Sebuah permainan yang akan ditonton dengan napas tertahan, karena ketidakpastian dan emosi memenuhi udara. Dan bagi Allegri dan Pioli, ini adalah Dance of Destiny yang tak terhindarkan.

  • Menuju Pertandingan Krusial AC Milan Melawan Juventus: Pioli Dihadapkan pada Tantangan Besar

    Menuju Pertandingan Krusial AC Milan Melawan Juventus: Pioli Dihadapkan pada Tantangan Besar

    Berita AC Milan – Era kepelatihan Stefano Pioli di AC Milan mungkin berada di ujung tanduk, namun masih ada sasaran yang harus dikejar, terutama menjelang pertandingan melawan Juventus.

    Kekalahan dalam derby melawan Inter, yang menyerahkan gelar juara kepada rival sekota mereka, menandai kekalahan keenam berturut-turut bagi Milan atas sang rival, menjadikan posisi mereka di liga semakin rawan. Namun, tidak ada ruang untuk kegagalan, demikian seperti yang dikutip oleh Calciomercato.com.

    Bagi pemilik klub dan manajemen, prestasi di akhir musim ini sangatlah vital. Meskipun masa depan Pioli tampaknya tidak pasti, terdapat dua tujuan yang harus tetap terwujud: posisi kedua di Serie A dan kualifikasi untuk Supercoppa Italiana.

    Selain dampak olahraga, pencapaian ini juga memiliki implikasi penting dalam hal pemasaran dan aspek finansial klub. Posisi kedua bernilai €16,8 juta dan mempengaruhi alokasi market pool Liga Champions. Sementara itu, Supercoppa menjanjikan penghasilan tambahan yang signifikan bagi klub.

    Meskipun begitu, tantangan tidak ringan. Milan akan menghadapi Juventus tanpa tiga perempat dari lini pertahanan mereka. Cedera dan diskualifikasi pemain menghantui skuad, meninggalkan Pioli dengan keadaan darurat yang membutuhkan solusi cepat.

    Dalam menghadapi situasi ini, Pioli harus mengandalkan pemain-pemain yang tersedia, terutama di lini pertahanan. Dengan absennya pemain kunci, seperti Calabria dan Hernandez, serta keraguan atas posisi full-back, Pioli akan terpaksa mencari solusi kreatif untuk mengatasi kekurangan dalam skuadnya.

    Dengan skuad yang terbatas, Pioli harus memilih dengan hati-hati untuk merancang strategi yang efektif dalam menghadapi Juventus. Kemenangan dalam pertandingan ini menjadi hal yang krusial bagi AC Milan, dan Pioli harus menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola krisis untuk meraih hasil positif dalam situasi yang sulit ini.

  • Lega Serie A Umumkan Jadwal Pertandingan Juventus vs AC Milan

    Lega Serie A Umumkan Jadwal Pertandingan Juventus vs AC Milan

    Berita AC MilanLega Serie A akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai tanggal dan waktu pertemuan sengit antara AC Milan dan Juventus pada akhir pekan mendatang. Pertandingan yang dinantikan itu dijadwalkan akan digelar pada hari Sabtu, mengguncang agenda para penggemar sepakbola.

    Memasuki musim 2023-24, kompetisi Liga Italia telah memasuki fase krusial, dan dengan pengumuman dari Lega Serie A, tanggal pertandingan matchday 34 Milan telah resmi ditetapkan. Informasi ini diperoleh melalui situs resmi Lega Serie A, yang menjadi sumber utama bagi para penggemar yang tak sabar menantikan pertandingan.

    Allianz Stadium akan menjadi saksi pertempuran antara kedua raksasa Italia ini pada hari Sabtu, tanggal 27 April 2024, tepatnya pukul 23.00 WIB. Dalam upaya untuk memperluas cakupan, pertandingan tersebut juga akan disiarkan langsung di DAZN di Italia.

    Meskipun awalnya jadwal pertandingan ini dijadwalkan pada hari Minggu, namun perubahan tanggal sementara telah diumumkan, menambah ketegangan jelang duel big match ini.

    Bagi AC Milan, fokus utama saat ini adalah pada derby melawan Inter Milan. Mereka menyadari bahwa kekalahan dalam pertandingan tersebut akan mengakibatkan kekalahan keenam berturut-turut dalam derby, serta memberikan Scudetto kepada rival sekotanya, Inter Milan, yang akan menyambut gelar juara dengan bangga.

    Sementara itu, Juventus baru saja bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Cagliari pada malam sebelumnya. Hasil ini membuka peluang bagi Rossoneri untuk unggul delapan poin dari Bianconeri menjelang pertemuan krusial pada 27 April mendatang.

    Perjalanan AC Milan dalam musim ini telah penuh gejolak, di mana mereka sempat tertinggal hingga tujuh poin dari Juventus pada beberapa titik. Oleh karena itu, peluang untuk mengamankan posisi kedua di klasemen dan meruntuhkan ambisi Juventus di kandang mereka, Turin, sungguh menjadi daya tarik yang menggiurkan bagi Milan.

  • Thiago Motta Dikabarkan Sudah Capai Kesepakatan untuk Latih Juventus Musim Depan

    Thiago Motta Dikabarkan Sudah Capai Kesepakatan untuk Latih Juventus Musim Depan

    Berita AC Milan – Milan mungkin akan kehilangan salah satu nama yang ada dalam daftar calon pengganti Stefano Pioli karena kabarnya Thiago Motta sudah memiliki kesepakatan prinsip dengan Juventus.

    Bologna bisa saja mengakhiri musim ini dengan sejarah baru karena mereka berada di empat besar dan berpotensi mendapatkan tempat di Liga Champions saat ini, dan Motta dengan benar-benar mendapatkan sebagian besar kredit atas hal itu.

    Calciomercato.com melaporkan bahwa pencapaian Motta telah diperhatikan di seluruh Eropa tetapi terutama di Italia, di mana tim-tim besar sedang serius mempertimbangkannya untuk musim depan. AC Milan dan terutama Juventus berada di barisan terdepan, seperti yang dilaporkan oleh sumber tersebut.

    Update Terbaru: Kesepakatan dengan Juventus

    Sumber yang sama telah mempublikasikan pembaruan informasi. Mereka menyatakan bahwa Juventus harus berusaha untuk mempertahankan posisi ketiga di klasemen, lalu pada bulan Juni akan terjadi revolusi, dimulai dari posisi pelatih kepala yang diprediksi akan diisi oleh Thiago Motta.

    Motta dan Kepemimpinan Baru di Juventus

    Tampaknya Max Allegri akan pergi setelah musim berakhir dan direktur olahraga Cristiano Giuntoli ingin membuka siklus baru dengan seorang pelatih yang mengesankan dengan gagasan taktisnya dan pengembangan pemuda seperti Motta.

    Telah terjadi kontak antara pihak-pihak terkait, dan Motta kini memiliki ‘kesepakatan prinsip’ dengan Bianconeri. Selain Thiago Motta, AC Milan masih memiliki beberapa kandidat pelatih lain seperti Antonio Conte dan Palladino.

  • AC Milan dan Juventus Terlibat Bentrok untuk Amankan Jasa Maxence Lacroix

    AC Milan dan Juventus Terlibat Bentrok untuk Amankan Jasa Maxence Lacroix

    Berita AC Milan – I Rossoneri tengah berjuang untuk merekrut beberapa target pertahanannya dalam mercato musim panas mendatang. Namun, AC Milan dihadapkan pada persaingan sengit dari rival Italia untuk mendapatkan salah satu pemain pilihan favoritnya.

    Tahun 2024 telah dilihat sebagai tahun di mana Milan akan melakukan investasi dalam posisi bek tengah, dengan banyak laporan mengabarkan calon perekrutan bagi Rossoneri pada bulan Januari. Namun, satu-satunya tambahan hingga saat ini adalah Matteo Gabbia, karena klub menunda penandatanganan permanen.

    Oleh karena itu, tampaknya investasi di musim panas nanti tidak dapat dihindari. Nama-nama yang dikaitkan dengan klub tetap konsisten dari Januari hingga saat ini, dan satu pemain yang terus diminati adalah Maxence Lacroix.

    Hari ini, Tuttosport (melalui PianetaMilan) melaporkan bahwa AC Milan melihat Lacroix sebagai pengganti ideal untuk Simon Kjaer, dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Meskipun baru berusia 23 tahun, Lacroix telah menunjukkan kualitasnya sebagai bek Bundesliga yang mapan, mampu bermain di kedua sisi pertahanan, sebuah fleksibilitas yang sangat dihargai oleh klub.

    Namun, yang menarik perhatian utama adalah kontraknya yang akan berakhir musim depan, yang berarti AC Milan bisa merekrutnya dengan harga diskon yang akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Selain itu, Milan telah mengirimkan Antonio D’Ottavio untuk memantau perkembangannya sebagai tanda niat serius klub untuk mendatangkannya.

    Namun, AC Milan tidak sendirian dalam minatnya, karena Juventus juga sangat tertarik dan yakin dengan peluang mereka untuk mengontraknya. Ini menandakan adanya persaingan yang ketat antara kedua klub untuk mendapatkan jasa pemain yang dianggap memiliki potensi besar ini.

  • AC Milan dan Juventus Berebut Bek Tengah Baru

    AC Milan dan Juventus Berebut Bek Tengah Baru

    Berita AC Milan – Milan sedang aktif mencari bek tengah baru menjelang jendela transfer musim panas, dan salah satu nama yang masuk dalam daftar mereka adalah Maxence Lacroix. Namun, Juventus juga terlihat telah memasuki perlombaan untuk mendapatkan pemain tersebut.

    Menurut laporan dari Calciomercato.com, Juventus menyadari adanya risiko kehilangan Gleison Bremer di akhir musim karena tekanan yang terus dilakukan oleh Manchester United untuk mendapatkannya. Dengan tawaran sekitar €60-70 juta, kemungkinan besar Cristiano Giuntoli, direktur olahraga Juventus, akan setuju untuk menjualnya.

    Dengan situasi ini, Juventus sedang mencari opsi pengganti, dan mereka telah masuk ke dalam persaingan untuk mendapatkan Maxence Lacroix dari Wolfsburg. Lacroix dijelaskan sebagai pemain yang kuat secara fisik, terampil dalam menjaga gawang, memiliki karakter hebat, dan kebiasaan mencetak gol.

    Dia dianggap sebagai pemain yang ditakdirkan untuk bermain di tim besar. AC Milan juga tertarik padanya, tetapi Juventus berusaha untuk mengalahkan AC Milan dalam mendapatkan tanda tangannya.

    Selain Lacroix, Ousmane Diomande dari Sporting CP juga merupakan opsi lain bagi kedua klub. Namun, klub-klub Liga Premier Inggris juga tertarik padanya, dan harga yang dimintakan mencapai €40 juta.

    Sementara itu, Mario Hermoso dari Atletico Madrid telah memutuskan untuk tidak memperbarui kontraknya, sehingga menjadi pilihan menarik bagi kedua klub dengan kemungkinan bisa didapatkan secara gratis atau dengan investasi yang lebih rendah.