Gelandang andalan sekaligus salah satu pemimpin ruang ganti AC Milan, Adrien Rabiot, memberikan pernyataan jujur terkait hasil memalukan semalam.
Iblis Merah baru saja dipermalukan oleh Udinese di Stadion San Siro dengan skor telak nol tiga pada pertandingan yang dimulai Sabtu malam pukul 23:00 WIB tersebut.
Hadir di zona campuran untuk melayani wawancara Sport Mediaset, Rabiot menepis anggapan bahwa perubahan taktik Massimiliano Allegri menjadi penyebab utama kekalahan.
Kutipan Langsung Adrien Rabiot
Pemain asal Prancis tersebut menegaskan bahwa perdebatan mengenai penggunaan skema tiga atau empat bek tidak akan relevan jika mentalitas bertanding pemain bermasalah.
Berikut adalah seluruh terjemahan kutipan langsung dari Adrien Rabiot mengenai penyebab utama kekalahan telak yang dialami Rossoneri di hadapan pendukung sendiri.
“Tidak, menurut saya ini bukan soal formasi 3-5-2 atau 4-3-3.”
“Kami di lapangan tampil lebih berantakan dari biasanya, kami juga terkena serangan balik padahal biasanya kami lebih kompak.”
“Inilah saatnya untuk bekerja dan melihat apa kesalahan kami.”
“Lalu mengenai formasi, pelatih yang akan memutuskannya.”
“Ini bukan soal itu, melainkan keinginan para pemain, keinginan kami di lapangan: untuk memberikan determinasi, berlari mengejar lawan, dan melakukan segalanya dengan baik.”
Di tengah suasana hati yang mendung akibat hasil buruk di San Siro, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Masalah Determinasi dan Kekompakan
Pernyataan Rabiot memberikan gambaran bahwa skuad asuhan Allegri sempat kehilangan fokus dan semangat juang saat menghadapi agresi tim tamu.
Berikut adalah poin-poin utama yang disoroti oleh sang gelandang mengenai kondisi tim pasca kekalahan ketiga dalam empat laga terakhir ini:
- Mentalitas Pemain: Rabiot meyakini bahwa determinasi individu pemain jauh lebih krusial dibandingkan dengan angka-angka di atas kertas formasi.
- Kerentanan Pertahanan: Hilangnya kekompakan membuat barisan pertahanan Milan sangat mudah dieksploitasi oleh skema serangan balik Udinese.
- Tanggung Jawab Kolektif: Seluruh pemain dituntut untuk melakukan introspeksi diri atas performa yang dinilai jauh di bawah standar klub besar.
- Kerja Keras: Tidak ada jalan pintas untuk bangkit selain kembali bekerja keras di pusat pelatihan guna memperbaiki detail-detail kesalahan.
Analisis Redaksi
Komentar terbuka dari Adrien Rabiot ini seolah menjadi tamparan keras bagi rekan-rekan setimnya yang tampil tanpa motivasi di lapangan semalam.
Terlihat jelas bahwa strategi apapun yang diterapkan oleh Mister Allegri akan sia-sia jika para pemain di lapangan malas untuk melakukan transisi bertahan.
Absennya semangat untuk berlari mengejar lawan adalah sebuah alarm bahaya bagi tim yang sedang berjuang mengamankan posisi di zona elit Eropa.
Kedewasaan Rabiot dalam mengakui kesalahan tim secara jujur patut diapresiasi, namun hal tersebut harus segera diikuti dengan aksi nyata di sisa musim.
Jika determinasi yang dibahas oleh Rabiot tidak segera kembali, maka tiket Liga Champions yang sudah di depan mata bisa saja melayang secara tragis.




