Berita

STATISTIK GILA: Trio Fofana-Rabiot-Modric Hampir Sempurna, Cuma Kebobolan 1 Gol!

×

STATISTIK GILA: Trio Fofana-Rabiot-Modric Hampir Sempurna, Cuma Kebobolan 1 Gol!

Sebarkan artikel ini
Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot,
Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot,

Jika di musim-musim sebelumnya penggemar AC Milan sering dibuat frustrasi oleh banyaknya peluang emas yang terbuang, musim 2025/26 menyajikan cerita yang berbanding terbalik.

Menurut analisis terbaru La Gazzetta dello Sport, Milan telah bertransformasi dari tim yang “boros” menjadi tim yang “mematikan”. Di bawah asuhan Massimiliano Allegri, Rossoneri menemukan kembali mentalitas juara yang hilang: Solid di belakang, sinis di depan.

Efisiensi “Sniper”: 12 Kali Gol dari Tembakan Pertama

Data menunjukkan efisiensi yang menakutkan. Dalam 12 dari 17 pertandingan liga musim ini, Milan berhasil mencetak gol melalui tembakan tepat sasaran pertama mereka. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari ketenangan mental.

  • Christian Pulisic: Menjadi penembak paling akurat di Serie A. Statistiknya mencengangkan: 22 tembakan, 17 tepat sasaran (on target), dan menghasilkan 8 gol.
  • Rafael Leao: Lebih efisien dari sebelumnya dengan 34 tembakan, 23 tepat sasaran, dan 6 gol. Tidak ada lagi aksi individu sia-sia di sayap, yang ada hanya konsistensi.

Fondasi Pertahanan dan Poin +11

Perubahan mentalitas ini dimulai dari pertahanan. Dengan mencatatkan 9 clean sheet, Milan merasa nyaman menang dengan skor tipis 1-0 (terjadi dalam 8 laga). Hasilnya? Milan kini mengoleksi 11 poin lebih banyak dibandingkan tahap yang sama musim lalu.

Trio Lini Tengah: Kunci Kesuksesan

Namun, statistik paling impresif datang dari ruang mesin Milan. Kehadiran pemimpin baru seperti Luka Modric (40 tahun) dan Adrien Rabiot memberikan dampak instan.

Ada satu data spesifik yang menunjukkan betapa dominannya lini tengah utama Milan:

“Dengan Fofana dan Rabiot bermain bersama Modric sejak awal, Rossoneri telah mengumpulkan 19 poin dari 21 poin yang tersedia, memenangkan enam pertandingan, seri satu, dan hanya kebobolan satu gol (penalti vs Napoli).”

Statistik ini membuktikan bahwa ketika trio Fofana-Rabiot-Modric bermain, Milan hampir mustahil dikalahkan dan ditembus. Mereka tidak hanya mengatur tempo, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi pertahanan.

Milan asuhan Allegri mungkin tidak selalu bermain indah, tetapi mereka tahu cara mengatur energi dan mematikan lawan di momen yang tepat. Sebuah resep klasik untuk meraih Scudetto.

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.