Berita

STATISTIK GILA! Jurnalis Ini Ungkap Milan Kena 20+ Kartu Merah dalam 5 Tahun, Inter Cuma 5!

×

STATISTIK GILA! Jurnalis Ini Ungkap Milan Kena 20+ Kartu Merah dalam 5 Tahun, Inter Cuma 5!

Sebarkan artikel ini
Adrien Rabiot
Adrien Rabiot

Kekacauan standar perwasitan di Serie A musim ini terus memancing reaksi keras dari berbagai pihak. Jurnalis olahraga senior Italia, Franco Ordine, baru-baru ini melontarkan analisis yang sangat menohok terkait bobroknya kinerja pengadil lapangan dan pimpinan Asosiasi Wasit Italia (AIA).

Berbicara dalam program TeleVomero, Ordine membedah rentetan kesalahan wasit yang merugikan banyak tim (tidak hanya Napoli atau AC Milan). Menariknya, ia membeberkan sebuah statistik ketimpangan kartu merah yang sangat mencolok antara duo Milan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketimpangan Kartu Merah: Milan 20 vs Inter 5

Pict. football-italia.net

Ordine menyoroti bagaimana keputusan wasit di lapangan kerap kali terasa sangat jomplang jika membandingkan perlakuan terhadap Inter Milan dengan tim-tim rival lainnya seperti AC Milan dan Lazio.

“Ada satu fakta yang ingin saya garis bawahi: dalam 5 tahun terakhir, saya melihat Lazio dan Milan mendapat lebih dari 20 kartu merah (pengusiran), sementara Inter hanya mendapat 5 kartu merah dalam 5 tahun terakhir.”

– Franco Ordine

Meski membeberkan statistik yang mencengangkan tersebut, Ordine dengan tegas menolak narasi konspirasi. Ia mengambil contoh insiden yang melibatkan bek Milan, Pierre Kalulu. “Pelanggaran Kalulu adalah murni blunder (kebodohan) wasit yang sangat besar, saya perjelas bahwa ini bukan tentang niat buruk (malafede),” tambahnya.

Rocchi Harus Dipecat, Titik!

Giuseppe Marotta
Giuseppe Marotta

Menurut Ordine, akar masalah dari semua kekacauan ini (mulai dari handball hingga penalti gaib) adalah ketiadaan pedoman yang konsisten dari awal hingga akhir musim. Wasit seolah mengubah-ubah aturan di tengah jalan. Oleh karena itu, ia menuntut Ketua Komite Wasit, Gianluca Rocchi, untuk segera diganti.

“Klub-klub saat ini tidak seharusnya hanya melolong ke bulan (protes tanpa arah), tetapi mereka harus berpikir untuk mencari solusi atas serangkaian kesalahan ini… Jika sebuah tim tidak berfungsi, Anda mengganti pelatihnya. Karena manajemen (Rocchi) tidak berfungsi dan hasilnya tidak memuaskan, maka pelatihnya harus diganti,” tegas Ordine.

“Rocchi menyediakan sebuah layanan, dan jika Anda sebagai industri sepak bola menyadari bahwa layanan tersebut tidak berfungsi, Anda harus mengganti layanannya. Rocchi harus diganti, titik.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang butuh semangat baru dan ingin terus mendukung tim kebanggaan kita, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi pilihan paling pas buat nobar akhir pekan ini.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

VAR, Wasit, UEFA
VAR, Wasit, UEFA

Statistik yang dilemparkan Franco Ordine seolah membenarkan apa yang selama ini diteriakkan oleh para Milanisti: ada ketidakadilan kasat mata di atas lapangan. Jarak rasio pengusiran pemain antara Milan (20+) dan Inter (5) dalam kurun waktu 5 tahun terlalu besar untuk sekadar disebut sebagai kebetulan taktis. Pemain lawan seolah memiliki “izin khusus” untuk bermain lebih kasar, sementara pemain Milan sedikit saja melakukan kontak langsung dihukum berat.

Analogi Ordine soal memecat Rocchi layaknya memecat pelatih gagal sangat brilian. Serie A adalah industri bernilai triliunan Rupiah, namun dijalankan oleh pengadil amatir yang aturannya berubah-ubah setiap minggu (seperti yang kita lihat di kasus On-Field Review laga Milan vs Parma kemarin).

Manajemen AC Milan dan klub Serie A lainnya harus bersatu menekan FIGC untuk melakukan revolusi di tubuh wasit sebelum liga ini kehilangan kredibilitasnya secara total.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.