Ada statistik aneh namun mengagumkan dari perjalanan AC Milan musim ini di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Dengan skuad yang dirampingkan (hanya 19 pemain senior non-kiper) dan badai cedera, Allegri ternyata menjadi pelatih yang paling “irit” dalam melakukan pergantian pemain.
Data dari Transfermarkt menunjukkan paradoks menarik: Sedikit pergantian, namun dampak yang dihasilkan sangat masif.
Paling Sedikit di Serie A
Di antara pelatih yang telah memimpin 21 pertandingan liga musim ini, Allegri berada di urutan terbawah dalam hal jumlah pergantian pemain.
- AC Milan (Allegri): Hanya melakukan 78 pergantian.
- Parma (Cuesta): Paling irit kedua dengan 91 pergantian.
- Bologna (Italiano): Paling sering ganti pemain (memaksimalkan kuota) dengan 105 pergantian.
Kualitas di Atas Kuantitas
Meski jarang mengganti pemain, Milan justru menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak dari pemain pengganti di Serie A musim ini (6 gol).
Daftar “Super Sub” Milan meliputi:
- Christian Pulisic: 3 gol (termasuk brace saat comeback 3-2 vs Torino).
- Niclas Füllkrug: 1 gol (penentu kemenangan vs Lecce).
- Christopher Nkunku: 1 gol (penyeimbang vs Fiorentina).
- Zachary Athekame: 1 gol (penyeimbang vs Pisa).
Spesialis Pengulur Waktu?
Statistik juga menyoroti peran unik Zachary Athekame dan Ruben Loftus-Cheek. Keduanya adalah pemain yang paling sering dimasukkan dari bangku cadangan (masing-masing 11 kali).
Namun, Athekame hanya mencatatkan total 95 menit dari 11 penampilan tersebut (rata-rata kurang dari 9 menit per laga), yang menunjukkan ia sering dimasukkan Allegri di menit akhir untuk mengamankan skor atau mengulur waktu. Sementara RLC mendapatkan menit lebih banyak (239 menit).
Dengan jadwal yang melonggar (satu laga per minggu) hingga akhir musim, tampaknya tren “irit pergantian” ala Allegri ini akan terus berlanjut.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





