Berita

STANDAR GANDA VAR! Ambrosini Bandingkan Gol Parma dengan Gol Pulisic yang Dianulir Lawan Sassuolo

×

STANDAR GANDA VAR! Ambrosini Bandingkan Gol Parma dengan Gol Pulisic yang Dianulir Lawan Sassuolo

Sebarkan artikel ini
Massimo Ambrosini
Massimo Ambrosini

Kekalahan 0-1 AC Milan dari Parma pada Senin dini hari tadi masih menyisakan bara panas terkait keputusan wasit. Gol kemenangan tim tamu yang dicetak oleh Troilo memicu perdebatan hebat karena sarat akan pelanggaran terhadap penjaga gawang Mike Maignan.

Mantan kapten sekaligus legenda lini tengah Rossoneri, Massimo Ambrosini, yang bertugas sebagai komentator DAZN, membedah insiden kontroversial tersebut seusai pertandingan. Ia langsung menyoroti ketidakkonsistenan wasit dan VAR di Serie A musim ini.

Standar Ganda: Mengingat Gol Pulisic Lawan Sassuolo

Ambrosini merasa heran dengan keputusan wasit Marco Piccinini yang pada akhirnya mengesahkan gol Parma setelah melihat monitor VAR, padahal di awal sang pengadil lapangan sudah meniup peluit tanda pelanggaran.

“Melawan Sassuolo, gol Pulisic dinilai dengan cara yang berbeda (dianulir). Perasaannya adalah wasit awalnya menganulir gol (Parma) karena kemungkinan pelanggaran terhadap kiper, sedemikian rupa sehingga dalam komunikasinya dia berkata ‘dia tidak melakukan pelanggaran terhadap kiper’.”

– Massimo Ambrosini (DAZN)

Insiden Troilo, Valenti, dan Sikap Pasif Maignan

Lebih lanjut, Ambrosini merinci dua kontak fisik yang terjadi secara bersamaan di dalam kotak penalti. Terkait kontak udara antara Troilo dan Davide Bartesaghi, Ambrosini menilainya murni sebagai insiden permainan karena Bartesaghi tampak menunduk dan tidak bereaksi terhadap lompatan Troilo.

Fokus utama beralih pada blok yang dilakukan Valenti terhadap Maignan. Ambrosini secara objektif menilai Valenti sangat cerdik, namun ia juga memberikan sedikit kritik untuk Maignan yang dianggapnya terlalu pasif sehingga pelanggarannya tidak terlihat meyakinkan.

“Evaluasi pada kiper lebih rumit, sulit untuk mendapatkan objektivitas. Jelas bahwa Maignan juga kurang berusaha untuk menunjukkannya (pelanggaran tersebut)… Jika saja dia mencoba dengan sekuat tenaga membebaskan diri dari penjagaan itu,” jelas Ambrosini. Ia menegaskan bahwa pemain tidak harus “melakukan diving“, namun kepasifan Maignan membuat wasit VAR ragu. “Ini tidak membebaskan pemain Parma dari kesalahan, juga bukan tuduhan terhadap Maignan,” tambahnya.

Taktik Sudut ala Arsenal dan Intervensi VAR yang Salah

Ambrosini kemudian membandingkan taktik Parma dengan Arsenal di Liga Premier Inggris yang terkenal sering menumpuk 10 pemain di area penalti saat tendangan sudut, membuat wasit kesulitan menilai kapan terjadi halangan/obstruksi terhadap kiper.

“Valenti sangat pintar, dia melakukannya dengan cara yang cerdik: ada 10 orang di area seluas 4 meter persegi. Namun, wasit awalnya telah menilainya sebagai pelanggaran, jadi tidak ada alasan kuat (indikasi clear and obvious error) untuk meninjaunya kembali (melalui VAR),” pungkas Ambrosini menyayangkan intervensi VAR yang salah kaprah.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Pernyataan Ambrosini membuka mata kita pada dua masalah krusial di sepak bola Italia saat ini. Pertama, protokol VAR yang hancur lebur. Jika wasit utama sudah meniup peluit pelanggaran karena melihat adanya “layar/blokade” (screen play) terhadap Maignan, VAR tidak punya hak mengintervensi kecuali keputusan wasit 100% adalah kesalahan fatal. Keraguan bermenit-menit di depan layar sudah membuktikan bahwa itu adalah area abu-abu (grey area) di mana keputusan awal wasit harusnya mutlak dijunjung.

Kedua, kritik tersirat untuk Maignan menyoroti realitas pahit sepak bola modern: terkadang, pemain harus bersikap teatrikal. Karena Maignan tidak melempar dirinya ke tanah atau meronta-ronta secara berlebihan, pelanggaran Valenti dianggap “biasa saja” oleh operator VAR. Ini adalah preseden buruk yang mengajarkan pemain untuk pura-pura kesakitan ketimbang bermain secara fair play. Apapun alasannya, nasi sudah menjadi bubur dan tiga poin melayang dari San Siro dini hari ini.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.