Ruud van Nistelrooy Ceritakan Pengalamannya Saat Berhadapan dengan AC Milan

  • Whatsapp
Nistelrooy vs AC Milan
Photo: Getty Images

Berita AC Milan – Ruud van Nistelrooy adalah seorang pemain sepak bola Belanda yang namanya begitu mahsyur saat bermain untuk tim raksasa sepak bola Liga Inggris, Manchester United.

Berposisi sebagai seorang striker, Nistelrooy memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Saat ini ia adalah pencetak gol terbanyak di kancah Liga Champions dengan 56 golnya.

Bacaan Lainnya

Berbicara tentang Liga Champions, Ruud van Nistelrooy rupanya memiliki pengalaman unik yang tidak pernah bisa dilupakannya. Itu terjadi kala timnya Manchester United bertemu dengan AC Milan di babak semifinal Liga Champions 2006.

Dalam laga tersebut, Manchester United sebetulnya sempat unggul pada leg 1 di Old Trafford dengan skor 3-2. Namun di leg ke-2, tim Setan Merah dibabat habis oleh I Rossoneri dengan skor telak 3-0 di San Siro. Milan pun berhak lolos ke babak final dengan agregat 5-3.

Dalam keterangannya kepada media, Nistelrooy menceritakan pengalamannya dalam pertandingan tersebut. Ia tak segan untuk memuji para punggawa I Rossoneri yang tampil brilian malam itu.

“Saya bermain melawan AC Milan di San Siro dan disana ada 4 bek; Cafu, Jaap Stam, Maldini dan Nesta.”

“Lalu saya seperti .. ini sangat menarik. ok.. mereka semua cukup bagus, mereka berempat dan bagaimana mereka bekerja sebagai sebuah kesatuan.”

“Dan ada Gattuso di depan..kamu tahu bagaimana dia seperti “saya akan membunuhmu saat kamu menerima bola!”

“Lalu ada Pirlo  yang fantastis. Seedorf juga bermain untuk tim itu, pria terkuat di dunia.”

“Saya tidak mencetak gol pada pertandingan itu, saya tidak bisa, bahkan hampir tidak bisa untuk melakukan tendangan.”

“Seperti ada 4-5 pemain yang terbang saat saya mendapatkan bola. Itu sungguh luar biasa.”

Pada musim itu, AC Milan kembali bertemu dengan Liverpool di partai final Liga Champions. Dua gol dari Filippo Inzaghi berhasil membawa Milan menuntaskan dendamnya kepada Liverpool, sekaligus sukses mengantarkan Milan meraih gelar Liga Championsnya yang ke-7.

Pos terkait