Dalam beberapa pekan terakhir, Massimiliano Allegri memberikan isyarat keterbukaan untuk mengubah sistem permainan AC Milan. Formasi tiga penyerang (Trisula) kini bukan lagi hal yang tabu, meski belum menjadi rencana utama.
La Gazzetta dello Sport menyoroti bahwa Allegri, yang dikenal pragmatis, telah menggunakan formasi tiga penyerang selama total satu jam saat mengejar ketertinggalan melawan Genoa dan Fiorentina. Hasilnya? Gol tercipta di menit-menit akhir pada kedua laga tersebut.
Dua Wajah Trisula: Füllkrug vs Nkunku
Ada dua variasi taktik yang sedang diuji coba, tergantung siapa yang menjadi ujung tombak:
- Opsi Fisik (Füllkrug): Saat Füllkrug masuk (seperti lawan Genoa), Milan bermain dengan striker murni. Leao dan Pulisic melebar untuk mengirim umpan silang. Peran Davide Bartesaghi menjadi krusial untuk suplai bola dari sayap.
- Opsi Teknik (Nkunku): Saat Nkunku bermain (seperti lawan Fiorentina), Milan bermain lebih cair tanpa No.9 murni. Di sini, kombinasi umpan pendek di area tengah menjadi kunci, dan Leao berperan lebih sentral.
Perubahan Peran: Leao Kembali ke Sayap?
Satu hal yang konsisten dalam eksperimen ini adalah posisi Rafael Leao. Selama 59 menit percobaan formasi tiga penyerang, Allegri meminta Leao untuk tetap melebar di kiri dan Pulisic di kanan—mirip dengan era Stefano Pioli.
“Mereka sering berada di posisi melebar, untuk bermain satu lawan satu dan menciptakan keunggulan jumlah.”
Dampak pada Keseimbangan Tim
Menggunakan tiga penyerang tentu mengubah keseimbangan tim. Ada yang diuntungkan, ada yang dirugikan:
- Youssouf Fofana (Diuntungkan): Secara mengejutkan, Fofana sering berakhir sebagai gelandang paling menyerang (hampir seperti No. 10) saat formasi ini dipakai. Golnya lawan Fiorentina adalah buktinya.
- Alexis Saelemaekers (Dikorbankan): Pemain Belgia ini berisiko menjadi tumbal. Allegri sering menariknya keluar saat ingin memasukkan penyerang tambahan.
Kesimpulan: Masih Rencana B
Kapankah kita akan melihat trisula ini sejak menit awal? Sepertinya belum dalam waktu dekat. Allegri menegaskan pendekatannya saat ditanya usai laga Lecce: “Kami bisa bermain dengan banyak pasangan (pairs).”
Kata kuncinya adalah “pasangan”, bukan “trio”. Jadi, formasi tiga penyerang tampaknya masih akan menjadi senjata rahasia Allegri untuk 30 menit terakhir pertandingan, bukan strategi awal.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





