Roberto De Zerbi resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih Olympique Marseille. Klub Ligue 1 tersebut mengumumkan pada Selasa dini hari bahwa kerja sama dengan pelatih asal Italia itu telah berakhir “berdasarkan kesepakatan bersama”, menyusul kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain pada lanjutan Ligue 1.
Dalam pernyataan resmi klub, Marseille menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi internal yang melibatkan seluruh jajaran manajemen, dengan mempertimbangkan kepentingan olahraga klub menjelang akhir musim.
Pengumuman Resmi Marseille
“Setelah diskusi yang melibatkan seluruh elemen manajemen klub, diputuskan untuk melakukan perubahan di posisi pelatih tim utama. Ini adalah keputusan kolektif dan sulit, yang diambil setelah refleksi mendalam demi kepentingan klub dalam menghadapi tantangan olahraga di akhir musim.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perpisahan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil evaluasi menyeluruh setelah performa yang dianggap tidak lagi sesuai dengan target klub.
- Marseille kalah 0-5 dari PSG di Ligue 1.
- Keputusan diambil melalui diskusi seluruh manajemen.
- Perpisahan dilakukan secara “kesepakatan bersama”.
🔴⚫ Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee:
https://s.shopee.co.id/9AJ1hSuueb
Ucapan Terima Kasih dan Latar Belakang Keputusan
Meski berpisah, Marseille tetap memberikan apresiasi terhadap pekerjaan De Zerbi selama menukangi klub.
“Olympique Marseille mengucapkan terima kasih kepada Roberto De Zerbi atas dedikasi, komitmen, dan profesionalismenya, khususnya atas pencapaian finis di posisi kedua Ligue 1 musim 2024–2025.”
Pelatih berusia 46 tahun itu mulai menangani Marseille sejak Juni 2024 dengan kontrak berdurasi tiga musim. Namun, perjalanan Eropa Marseille musim ini berakhir lebih cepat setelah tersingkir dari Liga Champions pada akhir Januari, menyusul kekalahan 0-3 dari Club Brugge pada laga penentuan.
Analisis Redaksi
Perpisahan De Zerbi dan Marseille menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas sebuah proyek ketika hasil besar tak kunjung datang. Kekalahan telak dari PSG menjadi pemicu, namun eliminasi dini dari Liga Champions turut mempersempit ruang kompromi. Bagi De Zerbi, ini bisa menjadi titik refleksi sebelum menentukan langkah berikutnya, sementara Marseille kembali dihadapkan pada tantangan klasik: menemukan sosok pelatih yang mampu membawa kontinuitas dan mental juara.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap ada di tahun 2026 ini, silakan Klik di sini.




