Kontroversi panas seputar keputusan penalti dalam laga derby hari Minggu akhirnya menemui titik terang setelah transkrip diskusi antar ofisial resmi dirilis ke publik. AC Milan dan penggemarnya kini bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di ruang kendali wasit.
Program ‘Open VAR’ di DAZN kembali membuka tabir percakapan wasit dalam insiden-insiden krusial Serie A, termasuk penalti yang diberikan kepada Inter. Insiden pada menit ke-71 antara Strahinja Pavlovic dan Marcus Thuram tersebut memang sempat memecah pendapat para pengamat sepak bola.
Transkrip Percakapan Ruang VAR
Dalam rekaman tersebut, terungkap bahwa kepala VAR, Aureliano, adalah pihak yang merekomendasikan wasit utama Simone Sozza untuk melihat monitor. Ia menilai kontak yang terjadi di kotak penalti tersebut sangat jelas dan memerlukan tinjauan ulang.
Aureliano (VAR): “Bagi saya, ini penalti. Mari kita tinjau… ya, sangat jelas. Simo, saya merekomendasikan OFR [Tinjauan di Lapangan] untuk kemungkinan penalti yang menguntungkan Inter.”
Saat Sozza tiba di monitor, Aureliano menjelaskan sudut pandangnya mengenai pelanggaran tersebut. Ia menekankan sifat tekel yang dilakukan oleh bek Milan sebagai tindakan yang tidak berhati-hati.
Aureliano: “Saya akan mulai dari titik kontak lalu mengirimkannya kepada Anda secara dinamis. Ini tekel sembrono oleh pemain nomor 31 Pavlovic.”
Sozza: “Tekelnya baik-baik saja. Kita lihat saja nanti dengan kecepatan normal. Penalti boleh saja.”
Penjelasan Gianluca Rocchi
Hadir di studio, penunjuk wasit Gianluca Rocchi memberikan pembelaan atas keputusan anak buahnya tersebut. Menurutnya, intervensi VAR sangat diperlukan karena pelanggaran tersebut masuk dalam kategori “sembrono” yang layak diganjar kartu kuning.
“Kami melakukan intervensi dengan OFR ketika pelanggaran tersebut dilakukan secara sembrono… Ini adalah pelanggaran yang layak diberi kartu kuning dan memang seharusnya begitu, penalti dan kartu kuning diberikan.”
Rocchi juga menegaskan bahwa fakta bola sudah dioper oleh Thuram tidak menghapus pelanggaran tersebut. Ia membandingkannya dengan insiden serupa di masa lalu untuk menunjukkan konsistensi aturan mengenai keselamatan pemain.
“Fakta bahwa Thuram sudah melakukan umpan silang dan kontak terjadi kemudian tidak mengubah apa pun… Intervensi seperti ini yang melibatkan kecerobohan dianggap penalti bagi kami.”
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.




