Berita

Ravezzani Buka Peluang Scudetto: Jika Inter Terkuras di Eropa, Milan Bisa Menyerang

×

Ravezzani Buka Peluang Scudetto: Jika Inter Terkuras di Eropa, Milan Bisa Menyerang

Sebarkan artikel ini
Lautaro Martinez, Rafael Leao, Derby Milan
Lautaro Martinez, Rafael Leao, Derby Milan

Direktur TeleLombardia, Fabio Ravezzani, berbicara secara eksklusif kepada MilanNews.it mengenai peluang AC Milan dalam perburuan Scudetto musim ini. Ia menyoroti kondisi fisik para pesaing, performa pemain kunci Rossoneri, serta mentalitas yang sedang dibangun Massimiliano Allegri.

Peluang Scudetto Milan Menurut Ravezzani

Menjawab pertanyaan seberapa jauh Milan bisa benar-benar bermimpi meraih Scudetto, Ravezzani menekankan dua faktor utama. Berikut pernyataan lengkapnya:

“Semua sangat bergantung pada Pulisic dan Leao. Jika mereka kembali ke performa terbaik, Milan bisa memberikan tekanan serius kepada Inter. Kondisi lainnya jelas berkaitan dengan Inter sendiri: jika mereka melaju jauh di Liga Champions, kehilangan energi, dan akibatnya juga kehilangan poin, maka Milan bisa memiliki peluang.”

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa peluang Milan bukanlah ilusi, melainkan sangat bergantung pada konteks fisik dan kalender kompetisi para pesaing langsung.

Retroscena Bologna: Menang Besar, Tapi Allegri Murka

Kemenangan 0-3 atas Bologna di Stadion Dall’Ara disebut sebagai salah satu penampilan terbaik Milan sepanjang musim. Rossoneri tampil solid, intens, rapi secara teknis, serta sangat berwibawa dalam mengontrol tempo dan atmosfer pertandingan.

Hasil tersebut sama sekali bukan kebetulan. Milan mendominasi Bologna di hampir semua aspek permainan, meniadakan ide-ide tim asuhan Vincenzo Italiano sejak awal laga.

Namun yang menarik, Massimiliano Allegri justru terlihat sangat marah, terutama setelah gol Rabiot. Bahkan lebih marah dibanding banyak laga lain. Pemandangan ini mengingatkan pada reaksinya setelah kemenangan besar di Udine dan Torino.

Dari tribun pers, teriakan Allegri terdengar jelas: keras, tegas, dan berulang. Hal yang jarang terjadi sebelumnya, terutama saat skor sudah aman. Lalu, mengapa?

  • Allegri menuntut konsentrasi penuh hingga menit akhir.
  • Tim hanya boleh merasa “aman” jika tetap fokus.
  • Mentalitas juara dibangun bahkan saat unggul besar.

Jawabannya ada pada proses pertumbuhan tim. Allegri memahami bahwa Milan hanya tampil maksimal jika benar-benar “on”, fokus 100 persen di setiap momen dan setiap bola. Bahkan ketika skor menunjukkan keunggulan telak, rasa puas diri tidak boleh muncul.

Berbicara tentang Scudetto memang sah-sah saja, tetapi untuk benar-benar layak memikirkannya, Milan harus tetap membumi dan kuat secara mental. Rabiot sempat menyebut bahwa selisih lima poin bukan jarak yang besar. Allegri, dengan senyum khasnya, menanggapi bahwa itu hanya benar secara matematis.

Analisis Redaksi

Ucapan Ravezzani dan sikap Allegri di Bologna mengarah pada satu benang merah: Milan sedang belajar menjadi tim penantang serius. Bukan hanya soal hasil, tetapi soal cara berpikir. Kemenangan besar tidak lagi cukup, yang dituntut adalah konsistensi fokus dan kedewasaan mental. Jika proses ini berlanjut, maka pembicaraan soal Scudetto perlahan akan berubah dari wacana menjadi kemungkinan nyata.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.