Selama lebih dari satu dekade terakhir, AC Milan terus disibukkan dengan pencarian sosok penyerang masa depan yang tak kunjung usai.
Manajemen selalu mencari pesepakbola kuat untuk diinvestasikan secara meyakinkan agar lini serang bisa aman untuk beberapa tahun ke depan.
Namun dalam beberapa musim terakhir, kepemilikan Amerika justru mengikuti kebijakan untuk membagi pengeluaran kepada beberapa pemain daripada mengalokasikan sebagian besar anggaran hanya untuk satu bintang.
Risiko Olahraga dan Investasi Gagal
Kebijakan transfer seperti ini memang diklaim tidak membawa risiko ekonomi yang besar bagi neraca keuangan klub dalam jangka pendek.
Akan tetapi pada tingkat olahraga, dampak negatif dari ketiadaan penyerang berkelas dunia ini sangat terasa saat tim mengalami kebuntuan di atas lapangan hijau.
Dan pada akhirnya, uang ratusan juta Euro tersebut tetap saja terbuang sia-sia seperti yang ditunjukkan oleh daftar panjang para penyerang gagal berikut ini.
Sambil mengevaluasi rentetan kegagalan transfer penyerang tim kebanggaan kita, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Daftar Kerugian Transfer Penyerang AC Milan
Berikut adalah rincian dana sebesar 220,1 juta Euro yang telah dihabiskan untuk mendatangkan deretan penyerang dengan kualitas menengah dalam sepuluh tahun terakhir:
- Musim 25/26: Christopher Nkunku (37 juta Euro)
- Musim 24/25: Santi Gimenez (30,2 juta Euro) dan Alvaro Morata (17,2 juta Euro)
- Musim 21/22: Marko Lazetic (4,9 juta Euro)
- Musim 18/19: Krzystof Piatek (35 juta Euro) dan Gonzalo Higuain (10,2 juta Euro untuk pinjaman enam bulan)
- Musim 17/18: André Silva (34,6 juta Euro) dan Nikola Kalinic (27,5 juta Euro untuk pinjaman dan tebusan)
- Musim 16/17: Gianluca Lapadula (9,5 juta Euro)
- Musim 15/16: Luiz Adriano (14 juta Euro)
- Total Kerugian: 220,1 Juta Euro
Analisis Redaksi

Catatan kelam ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa strategi berhemat dengan membeli banyak pemain murah justru menghasilkan kerugian yang jauh lebih masif.
Klub seharusnya mulai berani mengambil risiko untuk mengamankan satu nama besar yang sudah terjamin kualitasnya daripada terus bertaruh pada pemain kelas menengah.
Semoga evaluasi dari kerugian finansial bernilai ratusan juta Euro ini bisa membuka mata petinggi klub untuk segera merubah pendekatan mereka di bursa transfer mendatang.





