BeritaKonferensi Pers

PENGAKUAN JUJUR RABIOT: “Inter dan Napoli Punya Skuad Lebih Kuat, Tapi Milan Punya Mentalitas.”

×

PENGAKUAN JUJUR RABIOT: “Inter dan Napoli Punya Skuad Lebih Kuat, Tapi Milan Punya Mentalitas.”

Sebarkan artikel ini
Adrien Rabiot
Adrien Rabiot

Hasil imbang 1-1 melawan Genoa di San Siro meninggalkan rasa pahit bagi AC Milan. Peluang untuk terus menempel ketat Inter Milan terbuang, dan kini selisih poin melebar menjadi tiga angka.

Gelandang andalan Rossoneri, Adrien Rabiot, berbicara kepada Sky Sport seusai laga. Ia memberikan analisis yang sangat jujur, mulai dari performa buruk di babak pertama hingga mengakui keunggulan kualitas skuad rival.

Evaluasi Performa: Kesulitan Lawan Tim Kecil

Rabiot tidak mencari alasan. Ia mengakui bahwa Milan bermain di bawah standar, terutama di 45 menit pertama.

  • Kritik Diri Sendiri: “Saya pikir kami bisa bermain lebih baik, terutama di babak pertama. Tim ini memiliki banyak kualitas… Akhir-akhir ini, ketika kami bermain melawan tim yang lebih kecil, kami kesulitan mencetak gol.”
  • Sikap Allegri: Meski hasil mengecewakan, Allegri tetap positif. “Dia pelatihnya, dia harus menunjukkan kepercayaan diri… karena ada banyak pemain muda. Bukan berarti dia berteriak di dalam. Dia memberi tahu hal-hal yang bisa kami lakukan lebih baik.”

Realita Skuad: Inter & Napoli Lebih Kuat?

Bagian paling menarik dari wawancara ini adalah ketika Rabiot ditanya apakah Inter dan Napoli adalah favorit Scudetto. Jawabannya sangat realistis.

“Memang benar, mereka memiliki pemain yang lebih kuat. Mereka memiliki kualitas lebih dan skuad yang lebih dalam. Itu benar. Tetapi, dengan cara kerja kami, mentalitas yang kami miliki, kami dapat menantang mereka.”

Pernyataan ini menegaskan posisi Milan sebagai “penantang” (underdog) yang harus bekerja dua kali lebih keras untuk menutupi celah kualitas individu dengan kolektivitas tim.

Mitos “Keuntungan” Absen di Eropa

Rabiot juga menampik anggapan bahwa tidak bermain di kompetisi Eropa (atau bermain lebih sedikit) adalah keuntungan mutlak bagi kebugaran Milan.

  • Masalah Ritme: “Anda memiliki ritme yang lebih baik dengan bermain lebih banyak. Jika Anda menang, Anda akan positif, Anda akan antusias.”
  • Tantangan Main Seminggu Sekali: “Menurut saya, tidak mudah jika Anda bermain sekali seminggu, karena beberapa orang bermain lebih sedikit (rotasi minim), jadi kita harus menjaga agar semua orang tetap positif.”

Kini fokus Milan harus segera dialihkan ke laga berat berikutnya melawan Fiorentina. Tidak ada waktu untuk meratapi “kebenaran pahit” yang diungkapkan Rabiot; tim harus segera berbenah.

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.