Jurnalis senior dan fans berat AC Milan, Carlo Pellegatti, meluapkan kekesalannya melalui saluran YouTube pribadinya. Ia menyentil sebagian Milanisti yang terus mengkritik gaya permainan Massimiliano Allegri meski tim berada di posisi kedua.
Pellegatti menyebut kritik tersebut sebagai tren “Radical Chic” atau gaya-gayaan semata. Menurutnya, tidak masuk akal mempermasalahkan estetika permainan saat tim sedang berjuang keras mengejar Inter Milan.
“Hari ini, alih-alih bersatu di dekat Milan kita, dekat dengan pelatih mereka, tidak, seperti mode halus, mode ‘radical chic’, menjadi tren untuk mengatakan saya tidak suka permainan Allegri.”
“Ya, kami punya banyak poin tapi permainan Allegri tidak memuaskan kami, kami ingin sesuatu yang lain, permainan yang lebih gemerlap. Sementara itu Milan berada di urutan kedua, 8 poin di belakang Inter.”
– Carlo Pellegatti, YouTube
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Inter Dibantu Wasit La Penna
Pellegatti juga menyoroti kemenangan Inter atas Juventus yang membuat jarak poin kembali melebar menjadi 8 angka. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut sangat dipengaruhi oleh keputusan kontroversial wasit La Penna.
“Kemarin Inter kembali ke +8, sebuah pertandingan yang dikondisikan oleh Tuan La Penna. Setelah memberikan kartu kuning pertama yang berlebihan, dia membuat kesalahan karena tertipu oleh jatuhnya Bastoni.”
– Carlo Pellegatti, YouTube
Analisis “Ayam Renzo”
Sang komentator legendaris menggunakan metafora sastra “Ayam Renzo” (dari novel The Betrothed) untuk menggambarkan situasi fans Milan. Alih-alih bersatu melawan musuh bersama (Inter), fans malah sibuk bertengkar sendiri mengenai kualitas pelatih.
“Kita di sini menempatkan diri kita seperti ayam-ayam Renzo, sebagai teman berpetualang dalam perjuangan melawan kapal perang Inter ini. Alih-alih bersatu, kita membedakan diri: ‘ya, tapi permainan Allegri…’. Sesuatu yang tidak bisa dipahami,” tegasnya.
Analisis Redaksi
Pesan Pellegatti sangat jelas: persatuan adalah kunci di sisa musim ini. Mengkritik pelatih saat tim sedang dalam tren positif 23 laga tak terkalahkan memang terdengar kontra-produktif.
Fakta bahwa Inter mendapat “bantuan” wasit seharusnya membuat Milanisti semakin rapatkan barisan. Musuh sebenarnya ada di luar sana, bukan di bangku cadangan sendiri.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




