Terdengar paradoks, tetapi itulah kenyataannya: untuk pertama kalinya musim ini, AC Milan berhasil mengalahkan tim promosi. Kemenangan 2-1 atas Pisa di Arena Garibaldi memutus tren buruk Rossoneri saat menghadapi tim-tim pendatang baru di Serie A.
Dalam tiga pertemuan sebelumnya melawan tim promosi, Milan gagal meraih poin penuh. Mereka menelan kekalahan mengejutkan dari Cremonese di pekan pembuka, serta hanya bermain imbang melawan Pisa (pertemuan pertama) dan Sassuolo di San Siro.
“Milan menyamai performa terbaik kedua mereka setelah 24 pertandingan musim Serie A di era tiga poin (sejak 1994/95): 53 poin seperti pada 1995/96 – hanya di belakang 61 poin pada 2003/04. Melaju.”
– Data Statistik Opta Paolo
Kemenangan ini juga memperpanjang tren positif Milan menjadi 23 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun. Sebuah konsistensi yang menurut data statistik belum pernah terlihat dalam tiga puluh tahun terakhir, kecuali pada musim Scudetto 2003/2004.
Jalannya Pertandingan
Pasukan Massimiliano Allegri menutup babak pertama dengan keunggulan lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek. Gol ini tercipta berkat umpan silang matang dari bek muda Zachary Athekame yang tampil impresif.
Di babak kedua, drama terjadi ketika Niclas Fullkrug gagal mengeksekusi penalti yang membentur tiang. Kesalahan ini dimanfaatkan Pisa untuk menyamakan kedudukan lewat Felipe Loyola pada menit ke-71.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Modric Jadi Pembeda
Allegri merespons situasi kritis dengan memasukkan Rafael Leao dan Christian Pulisic untuk menambah daya gedor. Strategi ini membuahkan hasil manis jelang akhir laga.
Luka Modric menjadi pahlawan kemenangan lewat gol kelas dunianya pada menit ke-85. Ia melakukan kombinasi satu-dua sebelum menaklukkan kiper Nicolas dengan tenang, sekaligus memastikan jarak dengan Inter Milan terpangkas menjadi lima poin.
Analisis Redaksi
Fakta bahwa Milan baru bisa mengalahkan tim promosi di pekan ke-25 menunjukkan betapa uniknya perjalanan musim ini. Tim asuhan Allegri sering kali tampil superior melawan tim besar, namun justru kesulitan saat harus membongkar pertahanan tim kecil.
Namun, tiga poin ini adalah bukti kematangan mentalitas tim. Kemampuan untuk bangkit setelah momen kegagalan penalti dan gol penyeimbang lawan adalah ciri khas calon juara.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




