Paolo Maldini Ungkap Strategi Milan untuk Bisa Bersaing dengan Liverpool, Bayern Munchen dan Manchester City

Berita AC Milan
Photo: Reuters

Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

Sejak diambil alih oleh Elliott, AC Milan perlahan mulai bangkit dari tidur panjangnya. Dipimpin oleh Paolo Maldini dan Ivan Gazidis, I Rossonerri mengalami kemajuan pesat di atas lapangan dan juga di sektor ekonomi.

Bacaan Lainnya

Memang Milan tercatat masih menelan kerugian, namun hal itu didapatkan karena transfer gila-gilaan yang dilakukan oleh pemilik klub sebelumnya Yonghong Li. Dengan manajemen yang bagus dan memiliki tujuan yang jelas, AC Milan dengan skuad mudanya diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan utama di Eropa dalam beberapa musim mendatang.

Sang Direktur klub, Paolo Maldini, baru-baru ini berbicara panjang lebar mengenai strategi Milan untuk kembali berperan sebagai tim protagonis di daratan Eropa. Tak ingin membandingkan dengan tim lokal, Maldini justru ingin timnya sanggup bersaing dengan tim-tim elit benua biru seperti Liverpool, Bayern Munchen dan Manchester City.

“Saya pikir jarak Milan dengan tim-tim seperti Bayern, City, Liverpool sedikit melebar dalam beberapa tahun terakhir. Milan belum berada di level itu, meski kami memimpin Serie A sejak matchday pertama. Kami mungkin membutuhkan dua tahun Liga Champions yang stabil untuk memiliki tim yang sangat kompetitif dan bertarung dengan tim-tim ini untuk merebut trofi Liga Champions.” tutur Paolo Maldini dikutip dari Bein Sports.

“Jangan lupa bahwa Milan telah absen dari Liga Champions selama 8 tahun, ini membuat perbedaan ekonomi yang sangat besar. FFP tentu saja merupakan hal yang baik untuk keamanan ekonomi sepak bola, tetapi ini meningkatkan jarak antara tim yang ingin kembali ke puncak dan mereka yang sudah ada di sana.”

“Absennya suporter membuat segalanya menjadi lebih rumit. Ini adalah sepak bola yang masih harus kami biasakan, penonton tuan rumah masih harus terbiasa dengannya, tetapi bagi para pemain ini adalah tugas mereka.”

“Harus dikatakan bahwa dengan kurangnya suporter, tim muda seperti kami berhasil meraih hasil yang positif. Perubahan itu karena mentalitas. Proyek Milan dimulai setahun sebelum pandemi mencoba mencapai kemandirian dan keseimbangan. Ini dilakukan melalui pemain muda dan tim dengan biaya terjangkau.” tutup sang legenda.

Sebagaimana diketahui, AC Milan untuk pertama kalinya berhasil menguasai tampuk tertinggi klasemen Serie A sejak tahun 2011 silam, dimana kala itu mereka mengakhiri musim dengan Scudetto.

 

Pos terkait