Berita

OPINI TERBELAH! Mussa Yakin Scudetto Masih Bisa, Serafini Habisi Scaroni dan Igli Tare!

×

OPINI TERBELAH! Mussa Yakin Scudetto Masih Bisa, Serafini Habisi Scaroni dan Igli Tare!

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, Igli Tare
Massimiliano Allegri, Igli Tare

AC Milan saat ini tengah berada dalam situasi yang penuh paradoks. Meski menorehkan rekor impresif 24 laga tak terkalahkan dan duduk nyaman di posisi kedua (unggul 8 poin dari peringkat lima), suasana di tubuh klub jauh dari kata puas. Jarak 7 poin dari Inter Milan dan permainan yang jauh dari tradisi Rossoneri memicu perdebatan panas di kalangan pengamat.

Mussa Yakin Kejar Scudetto: “Inter Bisa Tersandung”

Di satu sisi, masih ada pandangan optimis terkait perebutan gelar juara musim ini. Berbicara di TMW Radio, pengamat sepak bola Giovanni Mussa meyakini bahwa Milan masih punya peluang untuk menyalip rival sekota mereka.

“Apakah Milan bisa mengejar? Tentu saja ya, masih ada terlalu banyak pertandingan di paruh kedua musim ini. Milan masih bisa mencuri poin dari bentrokan langsung (Derby) dan jika Inter terus melaju di Liga Champions. Sudah bertahun-tahun, tim yang melaju jauh di kompetisi Eropa pasti akan kehilangan poin di liga.”

– Giovanni Mussa

Kritik Pedas Serafini: Taktik, Leao, dan Pulisic

Rafael Leao, Christian Pulisic
Rafael Leao, Christian Pulisic

Namun, pandangan optimis itu ditabrak keras oleh editorial tajam dari jurnalis senior Luca Serafini. Menurutnya, keberhasilan Massimiliano Allegri meraih 54 poin dari 25 laga (proyeksi akhir 82 poin) adalah sebuah keajaiban yang tertutupi oleh laju gila Inter. Serafini menyoroti kualitas permainan yang sangat buruk dan tak mencerminkan DNA Milan.

Secara teknis, lini tengah Milan sering salah mengambil keputusan. Kehidupan para penyerang pun menjadi sulit. Allegri memakai formasi yang menempatkan Rafael Leao bukan di posisi aslinya sebagai sayap. Terlebih, Leao dan Christian Pulisic sama-seperti kehilangan bentuk permainan terbaik dan kebugaran mereka selama berbulan-bulan. Niclas Füllkrug disebut sebagai elemen paling fungsional di lini depan saat ini, meski menit bermainnya masih dibatasi.

Manajemen Hancur: Rumor Tare Out, Scaroni Dihujat

Igli Tare
Igli Tare

Kritik Serafini semakin tajam saat membahas area manajemen olahraga. Muncul rumor kuat bahwa Igli Tare akan segera angkat kaki lebih cepat. Pasalnya, wewenang Tare sering dilangkahi dalam pengambilan keputusan transfer yang sembrono dan tanpa strategi (Serafini menyebut transfer Mateta sebagai contoh terbarunya).

Nama Giovanni Sartori santer disebut sebagai pengganti yang lebih baik dan cermat, namun Serafini khawatir Sartori akan mengalami nasib yang sama: tercekik oleh campur tangan berlebihan dari pemilik klub.

Puncaknya, Serafini menghancurkan Presiden Milan, Paolo Scaroni, atas komentar memalukannya baru-baru ini. Scaroni secara terang-terangan mengatakan bahwa ia kadang “lupa kalau dirinya adalah Presiden Milan” dan mengaku “mengambil pelajaran dari Marotta (Presiden Inter)”.

“Scaroni tidak melewatkan kesempatan untuk menghancurkan sejarah dengan pernyataannya… Saya telah melihat banyak presiden Rossoneri yang tidak kompeten dalam hidup saya, tetapi setidaknya mereka semua adalah Milanisti yang bersemangat. Dan setidaknya, mereka tahu cara untuk diam.”

– Luca Serafini

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Editorial Luca Serafini menyuarakan rasa frustrasi terdalam dari para Milanisti saat ini. Di atas kertas, performa tim asuhan Allegri sangat mengesankan secara perolehan poin. Namun di atas lapangan, tim tampak kelelahan, salah posisi, dan kehilangan sentuhan magis dari bintang-bintang seperti Leao dan Pulisic.

Kekacauan terbesar justru ada di level direksi. Terdepaknya Igli Tare secara perlahan membuktikan adanya perpecahan visi di tubuh manajemen. Ditambah lagi, pernyataan Scaroni yang merendahkan dirinya sendiri (dan klub) di hadapan rival sekota adalah sebuah aib sejarah. Milan butuh sosok pemimpin yang memiliki rasa bangga, bukan sekadar administrator bisnis.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.