Berita

OPINI: Allegri Bikin Keajaiban dengan Skuad Tipis, Tapi Di Mana Dukungan Gerry Cardinale?

×

OPINI: Allegri Bikin Keajaiban dengan Skuad Tipis, Tapi Di Mana Dukungan Gerry Cardinale?

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, Gerry Cardinale
Massimiliano Allegri, Gerry Cardinale

Dengan posisi AC Milan yang kini bersaing ketat memperebutkan Scudetto, logika sepak bola menyarankan agar manajemen melakukan investasi di bulan Januari untuk memuluskan jalan menuju gelar. Namun, realitas di ruang direksi tampaknya berbeda.

Gerry Cardinale dilaporkan enggan menyetujui pengeluaran besar di pertengahan musim. Sikap ini memicu kritik dari jurnalis Andrea Longoni, yang dalam editorialnya di MilanNews mempertanyakan ambisi pemilik klub di tengah “mahakarya” yang sedang diciptakan oleh Massimiliano Allegri.

Mahakarya di Tengah Keterbatasan

Longoni menyoroti bahwa posisi Milan di papan atas saat ini adalah bukti kejeniusan Allegri dalam meramu skuad yang sebenarnya pincang.

  • Tanpa Bintang Utama: “Dia (Allegri) praktis tidak pernah memiliki Pulisic dan Leao bermain bersama secara konsisten, dan alternatifnya jelas tidak sesuai standar.”
  • Andalkan Pemain Muda: Allegri terpaksa mengandalkan Davide Bartesaghi, yang musim lalu masih bermain untuk Milan Futuro. Meskipun Bartesaghi tampil mengejutkan, ini menunjukkan betapa tipisnya kedalaman skuad, terutama di sektor bek kiri dan pertahanan.

“Posisi AC Milan di klasemen berbicara banyak dan memberi tahu kita bahwa Massimiliano Allegri telah menghasilkan mahakarya sejauh ini… Secara objektif, apa lagi yang bisa Anda harapkan darinya? Tidak ada.”

Butuh Keajaiban atau Investasi?

Milan saat ini berada dalam keseimbangan yang rapuh. Cedera pemain kunci silih berganti menghantam tim. Tanpa tambahan amunisi (selain Füllkrug yang berbiaya rendah), Milan berjudi dengan keberuntungan.

  • Risiko Kelelahan: “Tim selalu berada dalam keseimbangan yang rapuh antara absen, kekosongan, dan masalah fisik.”
  • Pertanyaan Ambisi: “Akankah tim memiliki peluang lebih baik untuk memenangkan gelar dengan bursa transfer yang terarah? Tentu saja. Dan di sinilah ambisi klub akan diukur.”

Bayang-bayang Masa Lalu

Situasi ini mengingatkan kita pada periode pertama Allegri di Milan (2010/2011). Saat itu, manajemen berani mendatangkan Van Bommel, Cassano, dan Emanuelson di bulan Januari, yang akhirnya menjadi kunci meraih Scudetto. Apakah Gerry Cardinale berani mengambil langkah serupa, atau ia akan membiarkan peluang juara melayang demi neraca keuangan?

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.