Jurnalis La Gazzetta dello Sport, Marco Pasotto, memberikan pandangan mendalam mengenai psikologis Massimiliano Allegri saat menerima pinangan AC Milan. Menurutnya, ada unsur “penebusan” yang kuat di balik keputusan sang pelatih.
Pasotto menilai bahwa akhir cerita Allegri di Juventus meninggalkan rasa pahit yang mendalam. Dipecat hanya beberapa jam setelah mempersembahkan trofi Coppa Italia adalah sebuah paradoks yang menyakitkan bagi pelatih sekelas Max.
“Ketika mendeskripsikan Allegri, berbicara tentang ‘balas dendam’ dalam arti sempit tentu kurang masuk akal mengingat semua yang telah dimenangkannya baru-baru ini.”
“Namun petualangan terakhirnya (di Juve) meninggalkan rasa pahit, karena berakhir secara paradoks: dipecat oleh Juve beberapa jam setelah menaruh Coppa Italia di lemari piala.”
– Marco Pasotto, La Gazzetta dello Sport
Menolak Tawaran Lain Demi Milan
Pasotto juga mengungkapkan bahwa Allegri sebenarnya memiliki banyak opsi setelah meninggalkan Turin. Namanya dikaitkan dengan klub-klub Premier League, tawaran uang besar dari Arab Saudi, hingga beberapa klub Italia lainnya.
Namun, Allegri memilih diam dan menunggu hingga panggilan dari Milan datang. Klub tempat ia memenangkan gelar Scudetto pertamanya sebagai pelatih akhirnya menjadi pelabuhan yang paling masuk akal.
Hubungan Saling Membutuhkan
Kembali ke mantan klub selalu berisiko, namun bagi Pasotto, ini adalah langkah yang logis karena kedua belah pihak sedang dalam kondisi “sakit” dan butuh obat.
“Dalam perspektif ini, maka ‘penebusan’ menjadi masuk akal. Yakni kembali ke jalur tingkat tinggi di tempat di mana dia telah melakukan hal-hal yang sangat baik.”
“Hubungan dengan Milan sangat kuat dalam arti luas: baik pelatih maupun klub sangat perlu untuk kembali ke jalur yang benar dan merebut kembali panggung utama.”
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Analisis Pasotto sangat tepat. Milan butuh figur berpengalaman untuk menstabilkan kapal yang goyah, sementara Allegri butuh lingkungan familiar untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis pasca drama di Juventus.
Hasilnya sejauh ini terbukti positif. Milan tak terkalahkan dalam 23 laga dan Allegri kembali menemukan senyumnya. “Balas dendam” terbaik memang adalah dengan meraih kesuksesan, dan Allegri sedang melakukannya bersama warna merah hitam.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





