Hampir dua tahun setelah AC Milan membeli lahan di area San Donato, nasib proyek tersebut masih terkatung-katung. Padahal, manajemen Rossoneri diperkirakan telah menghabiskan total dana sekitar €55 juta untuk inisiatif ini.
Pada Februari 2024, Milan membeli lahan lewat perusahaan Sportlifecity seharga €40 juta (plus biaya lain-lain) dengan niat membangun stadion sendiri. Namun, per Januari 2025, rencana pembangunan stadion di sana resmi ditinggalkan demi renovasi San Siro.
Uang Hangus atau Aset Tidur?
Sekarang, pertanyaan besarnya adalah: Mau diapakan lahan semahal itu?
Sejak pembatalan proyek stadion utama, beberapa ide liar bermunculan untuk memanfaatkan investasi yang sudah terlanjur keluar:
- “New Milanello”: Terinspirasi dari fasilitas Valdebebas milik Real Madrid, ada ide memindahkan pusat latihan ke sana.
- Area Komersial: Membangun pusat perbelanjaan atau real estate.
- Mini Arena: Sempat ada wacana membangun stadion kecil berkapasitas 18.000 kursi untuk tim muda/wanita.
Rencana Terbaru: Akademi & Benteng Pemuda

Laporan terbaru pagi ini menyebutkan bahwa proyek stadion 70.000 kursi di San Donato sudah resmi “ditunda” (baca: batal). Gantinya, muncul ide untuk membangun Akademi Pemuda di dalam area bertipe “Citadel” (Benteng).
Area ini akan mencakup fasilitas olahraga terpadu dan mungkin beberapa sektor komersial untuk balik modal.
Evaluasi Investasi
Apakah ini investasi gagal? Belum tentu. Memiliki aset tanah (land banking) bukanlah hal buruk. Tidak ada desakan untuk segera membangun seperti saat rencana stadion masih hidup.
Namun, fakta bahwa Milan menghabiskan €55 juta tanpa rencana cadangan yang matang menunjukkan bahwa perencanaan klub di sektor infrastruktur bisa dibilang kurang efisien.
Milan Jual Jimenez €22 Juta, tapi Cuma Kantongi €11 Juta, Kok Bisa? Baca analisisnya sambil ngopi, traktir mimin kopinya di sini.





