Gol Piotr Zielinski di masa injury time saat melawan Juventus memang membuat Inter Milan kembali unggul 8 poin di puncak klasemen. Hal ini tentu sedikit merusak akhir pekan para pendukung AC Milan.
Namun, di balik kekecewaan tersebut, memori indah tentang aksi heroik Luka Modric di Pisa masih membekas kuat. Sang maestro Kroasia sekali lagi menunjukkan arti mentalitas pemenang yang sesungguhnya.
“Segera setelah hasil imbang dari tim Tuscany, juara Kroasia inilah yang memegang tangan tim AC Milan dan menyeretnya menuju kemenangan.”
“Golnya pada menit ke-85 sangat diinginkan oleh mantan pemain Real Madrid itu, yang sekali lagi menunjukkan kepada semua orang apa artinya memiliki mentalitas pemenang.”
– La Gazzetta dello Sport
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Penghormatan di Ruang Ganti

Harian La Gazzetta dello Sport pagi ini mengungkap sebuah kisah menyentuh yang terjadi usai peluit panjang. Setelah menyelesaikan wawancara di pinggir lapangan, Modric kembali ke ruang ganti dan disambut bak pahlawan.
Seluruh rekan setimnya berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah (standing ovation) kepada gelandang berusia 40 tahun itu. Mereka memeluknya erat, sebuah pengakuan tulus atas kepemimpinannya di lapangan.
Keputusan Sebelum Piala Dunia
Manajemen Milan di Via Aldo Rossi sangat berharap Modric bersedia mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya satu tahun lagi. Klausul tersebut bahkan menjanjikan kenaikan gaji menjadi sekitar 4,5 juta euro bersih jika Milan lolos ke Liga Champions.
Namun, keputusan akhir sepenuhnya ada di tangan Modric. Ia dikabarkan akan menentukan masa depannya sebelum berangkat membela Kroasia di Piala Dunia mendatang.
Analisis Redaksi
Penghormatan dari rekan setim membuktikan bahwa Modric bukan hanya sekadar pemain hebat, tetapi juga pemimpin yang dihormati. Gestur tepuk tangan di ruang ganti adalah bukti validasi tertinggi dari sebuah skuad.
Jika Modric memutuskan bertahan, itu akan menjadi dorongan moral luar biasa bagi tim. Namun jika ia memilih pergi atau pensiun, Milanisti setidaknya telah menyaksikan salah satu gelandang terbaik sepanjang masa mengenakan seragam merah hitam.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.





