Laga antara AC Milan dan Como pada Rabu malam lalu ternyata masih menyisakan bahan perdebatan yang hangat. Kali ini, komentator sepak bola ternama Italia, Stefano Borghi, ikut buka suara membedah jalannya pertandingan dan drama panas yang menutup laga di San Siro tersebut.
Pertandingan yang Hidup Pasca Gol Balasan
Melalui kanal YouTube pribadinya, Borghi memberikan pandangannya terkait performa kolektif kedua tim, sekaligus ambisi Scudetto Rossoneri. Menurutnya, tensi pertandingan baru benar-benar terasa setelah kedudukan menjadi imbang 1-1.
“Setelah skor 1-1, pertandingan menjadi sangat bagus dan hidup, dengan banyak situasi serta peluang. Milan memiliki dua peluang bersih melalui Fofana dan Pulisic, sementara Como tidak memiliki peluang sejelas itu, meskipun kita melihat beberapa gempuran dari mereka,” jelas Borghi.
Kecaman untuk Aksi Antisportif Fabregas
Namun, sorotan utama Borghi jatuh pada insiden memalukan di pinggir lapangan jelang laga bubar. Ia secara terbuka mengecam tindakan pelatih Como, Cesc Fabregas, yang dengan sengaja menarik jersi Alexis Saelemaekers saat sang pemain hendak melakukan serangan balik.
“Akhir pertandingan bukanlah akhir yang baik, apalagi hal itu berlarut-larut hingga pasca-pertandingan. Tindakan Fabregas terhadap Saelemaekers itu sangat jelek, tindakan yang benar-benar jelek dan antisportif.”
“Memang dia (Fabregas) kemudian meminta maaf, tetapi itu adalah hal yang sangat sulit untuk diterima di antara para profesional tingkat tertinggi.”
– Stefano Borghi
Dugaan Ada “Dendam” Antara Allegri dan Fabregas
Borghi juga menilai bahwa amarah Massimiliano Allegri yang meledak saat membela pemainnya adalah sesuatu yang sangat kuat dan wajar, meskipun pada akhirnya Allegri justru yang diganjar kartu merah oleh wasit.
Melihat betapa panasnya adu mulut yang berlanjut hingga ke lorong ruang ganti seusai pertandingan, Borghi bahkan menduga bahwa ada permasalahan lain di antara kedua pelatih tersebut. “Reaksi Allegri sangat kuat, bertenaga, dan terbawa hingga ke pasca-pertandingan. Buntut dari kejadian setelah laga ini membuat saya berpikir bahwa ada perhitungan (dendam/masalah pribadi) yang harus diselesaikan di antara mereka berdua,” pungkasnya.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Komentar dari pengamat sekaliber Stefano Borghi ini menjadi validasi bahwa rasa frustrasi kubu Milan (dan juga para Milanisti) sangatlah beralasan. Tindakan taktis namun kotor seperti yang dilakukan Fabregas mencoreng nilai fair play. Meminta maaf setelah dengan sengaja merugikan lawan secara curang seringkali dianggap sebagai basa-basi belaka.
Dugaan Borghi soal adanya “perhitungan pribadi” antara Allegri dan Fabregas juga menambah bumbu rivalitas. Hal ini semakin memperjelas mengapa Allegri sampai melontarkan kalimat “kamu masih anak kecil” kepada Fabregas di lorong stadion. Manajemen dan tim kini harus melupakan drama ini dan mengalihkan seluruh fokus, karena Parma sudah menanti akhir pekan ini.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





