Tepat tujuh hari lalu, di Casa Milan antara pukul 16.30 hingga 18.30, AC Milan secara resmi mengamankan masa depan penjaga gawang sekaligus kapten tim, Mike Maignan. Kontrak baru itu mengikat kiper asal Prancis tersebut hingga 30 Juni 2031, sebuah langkah yang bisa disebut “spiazzante” bagi banyak pihak.
Namun untuk memahami arti penting perpanjangan kontrak ini, perlu menarik garis waktu ke belakang. Musim panas lalu, skenario kepergian Maignan tampak sangat nyata. Chelsea menekan dengan berbagai pendekatan, meski disertai tawaran di bawah nilai ideal. Di saat yang sama, tidak ada sinyal kuat dari Maignan untuk segera memperpanjang kontraknya.
Ketika transfer itu gagal terwujud, ancaman kehilangan Maignan terasa hanya tertunda, bukan hilang. Bukan hanya tifosi yang merasa khawatir. Situasi ini dipantau banyak pihak, sementara Milan memilih bergerak senyap. Dengan peran penting Massimiliano Allegri yang beberapa kali berbicara langsung dengan sang kiper, klub bekerja di balik layar tanpa janji manis atau deklarasi publik, mencari solusi yang bisa diterima semua pihak.
Godaan Inter dan Juventus, Masih Ingat?
Isu ketertarikan Inter dan Juventus bukanlah fantasi atau karangan semata. Berbagai halaman depan media olahraga kala itu ramai membahas kemungkinan Maignan pergi gratis di akhir kontrak. Banyak yang berharap sejarah akan terulang.
Nama-nama seperti Donnarumma dan Calhanoglu masih segar di ingatan publik. Dua kasus itu dijadikan dasar untuk membangun narasi instabilitas di Milan. Muncullah istilah seperti “sogno Inter” atau “obiettivo Juve”, seolah-olah kepergian Maignan hanyalah soal waktu.
Narasi tersebut perlahan membentuk ekspektasi bahwa Milan akan kembali kehilangan pemain kunci tanpa kompensasi. Para pengamat, bahkan sebagian rival, menunggu momen runtuhnya fondasi Rossoneri.
Dan Kenyataannya… 2031
Semua skenario itu akhirnya runtuh. Lewat kerja serius manajemen dan pengakuan yang pantas terhadap nilai sang kapten, Maignan menerima proposal perpanjangan kontrak. Ia kini terikat hingga 2031 dan menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di dalam skuad, sejajar dengan Rafael Leao.
Keputusan ini menandai perubahan besar dalam cara Milan mengelola aset utamanya. Jika di masa lalu Rossoneri kerap menjadi pihak yang dirugikan, kali ini Milan berhasil membalik keadaan. Mereka mempertahankan pemain kunci di puncak performanya, sekaligus memutus spekulasi yang sengaja dibiarkan berkembang.
- Kontrak baru Maignan berlaku hingga 30 Juni 2031.
- Isu Inter dan Juventus kini sepenuhnya gugur.
- Maignan menjadi simbol stabilitas proyek Milan.
Analisis Redaksi
Perpanjangan kontrak Mike Maignan bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah pernyataan kekuatan Milan sebagai klub yang kembali mampu mempertahankan pilar utamanya. Di bawah Allegri dan manajemen saat ini, Rossoneri menunjukkan kematangan dalam perencanaan jangka panjang. Maignan kini bukan hanya penjaga gawang, tetapi fondasi sportivitas dan identitas tim hingga 2031.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




