Mike Maignan, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di Eropa, kini menghadapi kritik atas penurunan performanya musim ini. Meskipun ia masih memiliki peran penting sebagai kapten dan duta besar klub, ada kekhawatiran bahwa penampilannya di lapangan tidak lagi sebaik beberapa musim sebelumnya.
Penurunan Performa Maignan
Sejak bergabung dengan AC Milan pada tahun 2021, Maignan langsung menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang. Ia membantu Milan memenangkan Scudetto pada musim 2021/22 dengan penampilan yang luar biasa, termasuk penyelamatan-penyelamatan krusial yang sering dianggap sebagai “keajaiban”.
Namun, musim ini, statistik menunjukkan bahwa Maignan tidak lagi berada di level yang sama. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ada 16 kiper di Serie A yang mencatatkan performa lebih baik dalam mencegah gol dibandingkan Maignan. Kesalahan yang sebelumnya jarang terjadi kini mulai terlihat, seperti saat melawan Cagliari di awal musim dan dalam pertandingan melawan Belanda.

Faktor-Faktor Penurunan Performa
Beberapa alasan yang mungkin menjelaskan penurunan performa Maignan meliputi:
- Pergantian Pelatih Kiper
Sejak bergabung dengan Milan, Maignan telah bekerja dengan tujuh pelatih kiper yang berbeda. Pergantian yang terlalu sering ini dapat memengaruhi stabilitas dan konsistensinya, terutama karena setiap pelatih memiliki pendekatan dan metode pelatihan yang berbeda. - Kondisi Pertahanan Milan
Performa kiper sangat bergantung pada stabilitas lini belakang. Milan musim ini mengalami beberapa perubahan di lini pertahanan, termasuk cedera pemain dan rotasi yang terus-menerus. Hal ini mungkin membuat Maignan lebih rentan terhadap tekanan lawan. - Tekanan Mental dan Fisik
Sebagai kapten dan salah satu pemain kunci Milan, Maignan menghadapi tekanan besar untuk tampil konsisten. Selain itu, jadwal yang padat dan ekspektasi tinggi dari klub dan penggemar juga bisa memengaruhi kebugaran fisik dan mentalnya.
Masa Depan Maignan di Milan
Penurunan performa Maignan telah memicu spekulasi mengenai masa depannya di Milan. Laporan menyebutkan bahwa posisi Maignan akan dievaluasi oleh direktur olahraga baru, yang kemungkinan akan tiba pada musim panas mendatang.
Salah satu nama yang dikaitkan sebagai pengganti potensial adalah Lucas Chevalier, kiper muda Lille yang dianggap memiliki potensi besar. Jika Milan memutuskan untuk mencari alternatif, Chevalier bisa menjadi pilihan logis, mengingat hubungan baik klub dengan Lille dalam transfer pemain sebelumnya.

Kesimpulan
Mike Maignan masih menjadi sosok penting bagi AC Milan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, penurunan performa musim ini menjadi perhatian serius, terutama jika dibandingkan dengan standar tinggi yang ia tetapkan pada musim-musim sebelumnya.
Meskipun ada beberapa faktor eksternal yang mungkin memengaruhi performanya, keputusan akhir mengenai masa depannya akan bergantung pada evaluasi direktur olahraga baru. Jika Maignan tidak mampu kembali ke performa terbaiknya, Milan mungkin harus mempertimbangkan opsi lain, termasuk merekrut kiper baru seperti Lucas Chevalier.
Namun, dengan dukungan yang tepat, Maignan masih memiliki peluang untuk membuktikan bahwa ia tetap layak menjadi penjaga gawang utama Rossoneri.