Berita

KUTUKAN PARMA KEMBALI! Rekor Unbeaten Milan Hancur Seperti Tahun 1993, Scudetto Melayang?

×

KUTUKAN PARMA KEMBALI! Rekor Unbeaten Milan Hancur Seperti Tahun 1993, Scudetto Melayang?

Sebarkan artikel ini
Tim AC Milan
Tim AC Milan

Kekalahan 0-1 AC Milan dari Parma pada Senin dini hari tadi bukan sekadar hilangnya tiga poin biasa. Laga yang seharusnya menjadi titik balik untuk terus menekan Inter Milan justru berubah menjadi mimpi buruk yang berpotensi meruntuhkan mental skuad.

Kini, kita harus menghadapi kenyataan pahit: Inter Milan besutan pelatih Christian Chivu sukses melarikan diri di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin. Selain itu, rentetan 24 pertandingan tak terkalahkan (unbeaten) milik Rossoneri harus kandas secara tragis di kandang sendiri.

Kutukan Parma 1993 Kembali Terulang

Edisi terbaru surat kabar Corriere dello Sport menyoroti sebuah kebetulan sejarah yang sangat pahit. Sama seperti yang terjadi di tahun 1993 silam, Parma kembali menjadi tim yang menghentikan rekor tak terkalahkan Milan.

Dulu, Parma menghentikan rekor “The Immortals” Milan yang tak terkalahkan dalam 58 laga lewat gol tendangan bebas Faustino Asprilla. Hari ini, mereka menghentikan laju 24 laga tak terkalahkan skuad Allegri. Namun, ada perbedaan mendasar: 23 tahun lalu (meski angkanya merujuk pada era 90-an), Il Diavolo tetap berhasil meraih Scudetto di akhir musim. Saat ini? Situasinya jauh lebih rumit karena tertinggal 10 poin dari Inter.

Surat kabar asal Roma tersebut bahkan menyindir dengan tajam lewat tajuk utama mereka: “Mereka (Parma) masih bermain untuk Chivu”, merujuk pada fakta bahwa sang mantan bek yang kini melatih Inter Milan itu mendapat “hadiah” luar biasa dari mantan klubnya, Parma.

Hukum Murphy di San Siro: Semuanya Berjalan Salah

Tim AC Milan
Tim AC Milan

Senin dini hari tadi adalah manifestasi dari Hukum Murphy bagi Milan: apa pun yang bisa salah, akan salah. Tanda-tanda kesialan sudah tercium sebelum laga dimulai saat Matteo Gabbia mendadak cedera otot. Kemudian, tragedi horor menimpa Ruben Loftus-Cheek yang membuat wajahnya cedera parah.

“Kemudian kekacauan wasit klasik yang bisa dibilang sudah menjadi ‘tradisi’. Ditambah tendangan Leao yang membentur tiang gawang, serangan yang tidak menyengat, dan pertahanan yang dihukum di menit-menit akhir.”

– Corriere dello Sport

Kembalinya duet Leao-Pulisic dan Adrien Rabiot di Starting XI sama sekali tidak membantu. Mesin mereka tampak kehabisan bensin. Tanpa kehadiran Massimiliano Allegri di pinggir lapangan (absen karena skorsing), skuad Milan seolah mencair dan kehilangan arah (naufragio) saat menghadapi kebuntuan.

Waktunya Reset Mental!

Langkah krusial pertama yang harus dilakukan manajemen dan staf pelatih sekarang adalah perbaikan mental. Menyerah dalam perburuan gelar di akhir bulan Februari sama sekali tidak bisa dibenarkan untuk klub sebesar AC Milan. Skuad ini harus membuktikan bahwa mereka adalah tim besar yang mampu bangkit melampaui segala kesulitan, badai cedera, dan kontroversi wasit.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Ulasan dari Corriere dello Sport merangkum dengan sempurna betapa kacaunya laga dini hari tadi. Kutukan Parma seolah menjadi momok menakutkan; setiap kali Milan merangkai rekor unbeaten yang panjang, Parma selalu datang sebagai “pembunuh berdarah dingin”.

Absennya Allegri di bench ternyata berdampak sangat masif. Marco Landucci gagal memberikan suntikan adrenalin saat tim buntu dan dirugikan wasit. Performa Leao, Pulisic, dan Rabiot yang underperform juga patut dievaluasi keras. Jarak 10 poin dengan Inter (yang kini dilatih Chivu) memang terlihat mustahil untuk dikejar. Namun, fokus utama Milan saat ini bukan lagi sekadar melihat ke atas, melainkan menjaga pijakan agar tidak disalip oleh Juventus dan Napoli di zona Liga Champions. Wake up, Milan!

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.