Berita

KRITIK PEDAS! Capello Sebut Kemenangan Milan Tidak Layak: “Terlalu Sulit Lawan Lazio!”

×

KRITIK PEDAS! Capello Sebut Kemenangan Milan Tidak Layak: “Terlalu Sulit Lawan Lazio!”

Sebarkan artikel ini
Fabio Capello
Photo: Laszlo Balogh/Reuter

Legenda pelatih Fabio Capello memberikan peringatan keras kepada AC Milan dan Massimiliano Allegri pasca kemenangan tipis atas Lazio. Ia menilai Rossoneri meraih tiga poin tersebut dengan tingkat kesulitan yang terlalu besar dan tidak seharusnya terjadi.

Penampilan Milan kemarin memang jauh dari kata gemilang, terutama di babak pertama saat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Namun, magis Rafael Leao dan Mike Maignan kembali menjadi formula penyelamat untuk membalikkan keadaan dan mengamankan puncak klasemen.

Kritik Keras Capello

Dalam editorialnya di Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti sikap tim yang dianggapnya terlalu pasif. Ia merasa Milan seharusnya selalu tampil mendominasi dan mengontrol permainan saat bermain di kandang sendiri, San Siro.

“Memang, Milan mengalahkan Lazio dengan susah payah… saya melihat tim yang terlalu pasif di babak pertama pertandingan. Selama 20-25 menit di babak pertama, Lazio mengendalikan pertandingan, dan tanpa keajaiban Maignan, malam itu bisa berakhir berbeda.”

Photo: www.acmilan.com

Capello merinci beberapa poin kelemahan yang perlu digarisbawahi oleh Allegri meski timnya menang:

  • Mentalitas Pasif: Tim terlalu membiarkan Lazio menguasai bola dan mendikte permainan di awal laga.
  • Ketergantungan Individu: Kemenangan lebih disebabkan oleh aksi individu Maignan dan Leao daripada permainan tim yang solid.
  • Kesulitan Taktis: Rossoneri terlihat kesulitan menghadapi umpan-umpan pendek dan penutupan ruang dari tim asuhan Maurizio Sarri.

Sisi Manusiawi Luka Modric

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Luka Modric yang biasanya tampil sempurna sebagai metronom tim. Capello menilai untuk pertama kalinya sang maestro Kroasia menunjukkan penurunan performa yang berdampak pada rekan setimnya.

“Mungkin juga karena, untuk pertama kalinya, kita menyaksikan penampilan ‘manusiawi’ dari fenomena yang dikenal sebagai Luka Modric: pemain Kroasia itu membuat lebih banyak kesalahan daripada biasanya, dan bukan kebetulan rekan-rekan setimnya kesulitan merebut bola kembali.”

Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.