Berita

KONTROVERSI REF CAM: Bukti Video Rabiot Dipotong, Milan Dirugikan Lagi oleh Wasit!

×

KONTROVERSI REF CAM: Bukti Video Rabiot Dipotong, Milan Dirugikan Lagi oleh Wasit!

Sebarkan artikel ini
Adrien Rabiot
Adrien Rabiot

Setelah terpaksa beristirahat akibat skorsing, Adrien Rabiot kini tengah memanaskan mesinnya dan siap kembali merumput di San Siro pada Minggu sore saat AC Milan menjamu Parma. Namun, bayang-bayang kontroversi dari laga sebelumnya masih enggan pergi.

Skandal Ref Cam: Bukti Video yang “Dihilangkan”

Sangat sulit untuk tidak kembali membahas kartu merah kontroversial yang diterimanya saat melawan Pisa. Kartu kuning pertama sangat tidak masuk akal karena gelandang asal Prancis itu bahkan tidak melakukan pelanggaran. Sementara pada kartu kuning kedua, pihak Lega Serie A tampaknya sengaja menutupi kebenaran.

Beberapa hari usai laga, video dari sudut pandang wasit (Ref Cam) diunggah ke media sosial. Publik berharap video ini bisa mengungkap apa sebenarnya yang diucapkan Rabiot hingga membuat wasit Fabbri asal Ravenna begitu tersinggung. Anehnya, video tersebut terpotong tepat di momen krusial!

“Kita tidak melihat Rabiot melancarkan protes, dan kita tidak mendengar apa yang dikatakannya kepada wasit. Kita hanya melihat dua kartu kuning dikeluarkan, berujung kartu merah, dan hanya mendengar sang wasit menjawab Modric dengan bahasa Inggris yang terbata-bata: ‘This is no respect’ (Ini tidak sopan).”

Satu-satunya tindakan yang “tidak sopan” di sini adalah rasa tidak hormat yang terus-menerus ditunjukkan kepada para penggemar. Otoritas liga harus berhati-hati; jika para pendukung yang membayar tiket stadion dan berlangganan TV ini marah, sistem ini bisa hancur berantakan.

Dilema “Diffida”: Sengaja Kartu Kuning atau Ambil Risiko?

Adrien Rabiot
Adrien Rabiot

Kini, Rabiot kembali ke lapangan dengan status diffida (terancam sanksi akumulasi jika mendapat satu kartu kuning lagi). Karena ia diusir keluar lapangan saat melawan Pisa (dua kartu kuning menjadi merah), kartu kuning lamanya tidak diputihkan.

Muncul sebuah dilema taktis: Haruskah Rabiot sengaja mencari kartu kuning saat melawan Parma? Jika ia melakukannya, ia akan absen di laga tandang melawan Cremonese, namun dipastikan “bersih” dan bisa bermain tenang di laga krusial Derby della Madonnina melawan Inter pada awal Maret.

Jika ia bermain bersih melawan Parma dan Cremonese, ia berisiko terkena kartu di Cremona dan absen di Derby. Ini adalah evaluasi yang harus diputuskan secara matang oleh Allegri dan Rabiot. Terdengar buruk memang merencanakan hal seperti ini, tetapi setelah keputusan wasit yang di luar nalar di Pisa, Milan harus mempertimbangkan segala kemungkinan.

Statistik yang Berbicara: Milan Sangat Bergantung pada Rabiot

Perdebatan di atas sangat masuk akal mengingat betapa besarnya jurang perbedaan performa Milan saat Rabiot bermain dan saat ia absen:

  • DENGAN RABIOT: 12 Menang, 5 Imbang | 29 Gol Memasukkan, 10 Kebobolan | Rata-rata 2,41 Poin per laga.
  • TANPA RABIOT: 2 Menang, 4 Imbang | 10 Gol Memasukkan, 7 Kebobolan | Rata-rata 1,66 Poin per laga.

Pemain asal Prancis ini benar-benar mampu mengubah wajah tim. Ia adalah gelandang dengan karakteristik fisik, teknis, taktis, dan mental yang unik di Serie A. Terlepas dari ancaman skorsing, kartu merah fiktif, atau klip video wasit yang disensor, Milanisti berharap Rabiot kembali memberikan dampak masif pada hari Minggu nanti di San Siro.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Artikel sumber dengan sangat berani menelanjangi bobroknya transparansi wasit di Serie A. Terpotongnya audio pada Ref Cam memunculkan kecurigaan bahwa wasit Fabbri bertindak arogan dan otoritas liga berusaha melindunginya dari hujatan publik.

Di sisi lain, ide untuk mengambil “kartu kuning taktis” melawan Parma adalah langkah cerdas (meski sedikit licik) ala sepak bola Italia sejati (furbizia). Mengingat Lautaro Martinez dari Inter dipastikan absen di Derby karena cedera, kehadiran Rabiot di lini tengah Milan akan menjadi keuntungan ganda yang bisa mengunci kemenangan di Derby della Madonnina nanti.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.