Alexandre Pato, mantan penyerang AC Milan yang tetap sangat terikat dengan warna kebesaran Rossoneri sama seperti ikatan para penggemar terhadap bakatnya, menjadi protagonis dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Fondazione Milan di New York.
Pada kesempatan acara yang melibatkan anak-anak dari kota metropolitan Amerika Serikat tersebut, pria asal Brasil ini diwawancarai secara eksklusif oleh rekan-rekan jurnalis dari CBS Sports Golazo.
Dalam bincang-bincang santai tersebut, Pato berbicara panjang lebar mengenai pengalamannya bersama tim Iblis Merah dan kecintaannya yang tidak pernah luntur terhadap klub.
Kutipan Langsung Kenangan Bersama Ancelotti
Topik yang paling menyita perhatian adalah ketika ia menceritakan betapa spesialnya hubungan yang ia miliki dengan pelatih legendaris kita, Carlo Ancelotti.
Berikut adalah seluruh kutipan langsung dari sang pemain mengenai sosok pelatih yang sangat berjasa dalam membimbingnya di usia muda tersebut.
“Carlo memberi saya banyak sekali kepercayaan.”
“Bayangkan saja dia menamai anjingnya Pato!”
“Kami benar-benar terikat, bagi saya Ancelotti lebih dari sekadar pelatih biasa: dia adalah seorang teman, seperti seorang ayah.”
“Ketika saya tiba di Milan, saya berusia 17 tahun; dia datang ke gerbang Milanello, menggandeng tangan saya dan berkata kepada saya: ‘Oke, masuklah, saya ingin memperkenalkanmu kepada para pemain lain’.”
“Dia memanggil setiap rekan setim dan berkata: ‘Teman-teman, ini adalah Pato’.”
“Dan mereka menjawab: ‘Halo Pato, semoga sukses, kami ada di sini untukmu’.”
“Karena itulah saya mengatakan bahwa dia adalah seorang pria sejati sebelum menjadi seorang pelatih.”
Sambil bernostalgia dengan kisah manis dari era kejayaan Milan di masa lalu, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Anekdot Helikopter yang Ikonik
Lebih lanjut, Pato juga membagikan sebuah cerita lucu yang sangat terkenal di kalangan para pemain mengenai gaya unik sang pelatih saat berangkat ke tempat latihan.
Berikut adalah lanjutan kutipan utuh dari pemain berjuluk Si Bebek tersebut mengenai kekagumannya terhadap sosok Ancelotti yang menurutnya merupakan yang terbaik di dunia.
“Banyak cerita yang diceritakan tentang dirinya di Milanello.”
“Saya sering mendengar bahwa dia tiba di pusat olahraga dengan menggunakan helikopter.”
“Saya tidak pernah melihatnya secara langsung, tetapi mereka mengatakan bahwa terkadang dia meninggalkan pakaiannya dan berkata: ‘Oke, besok saya tidak ingin menyetir, saya akan naik helikopter’.”
“Saya pikir hanya dia yang bisa melakukan hal seperti itu.”
“Dia terlalu keren, dia cerdas, dia baik hati.”
“Bagi saya dia adalah pelatih terbaik sepanjang masa.”
- Sosok Pengayom: Kehebatan Ancelotti bukan hanya pada sisi taktiknya di lapangan, melainkan kemampuannya merangkul pemain muda selayaknya anak sendiri.
- Karisma Unik: Anekdot mengenai penggunaan helikopter untuk datang ke tempat latihan semakin menegaskan betapa ikoniknya sosok pelatih asal Italia tersebut.
- Cinta Seumur Hidup: Hubungan emosional yang kuat dengan klub membuat para mantan pemain seperti Pato terus mendedikasikan waktunya untuk mendukung kegiatan yayasan klub hingga saat ini.
Analisis Redaksi

Membaca kenangan dari seorang Alexandre Pato seolah membawa kita kembali ke era di mana ruang ganti Milan dipenuhi oleh aura kekeluargaan yang sangat kental.
Kemampuan seorang pelatih dalam memanusiakan pemainnya adalah sebuah kualitas mahal yang sering kali terlewatkan dalam industri sepak bola modern yang serba cepat ini.
Kisah manis ini menjadi pengingat yang indah bahwa sejarah besar sebuah klub tidak hanya dibangun oleh deretan trofi emas, tetapi juga oleh ikatan batin kuat antar manusianya.





