AC Milan menderita kekalahan 3-2 dalam laga uji coba melawan Virtus Entella hari ini. Meskipun demikian, hasil ini tidak dianggap sebagai masalah besar karena tujuan utamanya adalah uji kebugaran dan kesempatan bagi beberapa pemain.
Fokus utama pertandingan adalah melihat sejauh mana pemain kunci bisa bertahan 90 menit. Hal positif terbesar adalah kembalinya Christian Pulisic dan Ardon Jashari yang berhasil menyelesaikan pertandingan.
Tentu saja, fakta kebobolan tiga gol menjadi catatan negatif. Namun, skuad yang diturunkan sangat beragam dan ini bukanlah Milan kekuatan penuh yang kalah dari tim Serie B, mengingat lini pertahanan hampir seluruhnya diisi pemain Futuro.
Masa Depan Ardon Jashari

Ke depannya, Ardon Jashari tampaknya akan diproyeksikan sebagai gelandang bertahan jangka panjang. Selama babak pertama, ia benar-benar menunjukkan performa terbaiknya dan terlihat berada di kelas yang jauh berbeda dari lawan.
Meskipun perbandingan dengan Luka Modric mungkin sedikit berlebihan, karakteristik permainan itu memang terlihat dalam skala yang lebih kecil. Gelandang Swiss tersebut tampil sangat impresif dan kuat di 45 menit awal.
Performanya di babak kedua jelas tidak sekuat itu, yang sangat wajar mengingat ini adalah menit bermain pertamanya sejak cedera fraktur fibula. Ini membuktikan bahwa kondisi fisik dan mentalnya masih membutuhkan latihan sebelum siap 100%.
Melihatnya bermain penuh 90 menit adalah hal terpenting bagi Rossoneri. Ia jelas belum siap untuk bermain di Serie A, tetapi laga Coppa Italia melawan Lazio (4 Desember) bisa menjadi target potensial baginya untuk menjadi starter.
Perdebatan Taktik Allegri

Massimiliano Allegri hari ini kembali memilih formasi 4-3-3. Formasi ini diyakini sebagai favoritnya, meskipun musim ini ia lebih sering terpaksa menggunakan 3-5-2 karena keterbatasan personel.
Absennya pemain kunci seperti Alexis Saelemaekers atau Fikayo Tomori membuat fluiditas formasi empat bek sulit diterapkan. Namun, eksperimen hari ini bisa menjadi bukti lebih lanjut bahwa Allegri lebih menyukai formasi empat bek untuk jangka panjang.
Fakta bahwa Milan kebobolan tiga gol lagi bisa menjadi bantahan untuk formasi ini. Namun, rencana jangka panjangnya mungkin adalah Allegri memanfaatkan apa yang ada sekarang sebelum kembali ke 4-3-3.
Skenario Duet Pulisic-Leao

Sepanjang pertandingan, Christian Pulisic diuji coba dalam beberapa peran berbeda. Di babak pertama, pemain Amerika itu sering melakukan inversi dari sayap dan berhasil mencetak gol.
Namun, di babak kedua, ia bermain lebih mengandalkan fisik di antara dua pemain sayap dan skema itu tidak terasa alami. Di sisi lain, Rafael Leao sering diklaim bekerja sendirian di beberapa titik musim ini.
Sebuah teori baru muncul bahwa Pulisic dan Leao bisa bekerja sama dalam formasi dua pemain yang tidak konvensional. Keduanya telah membuktikan kemampuan mereka untuk mencetak gol dan menciptakan peluang.
Milan tentu masih membutuhkan seorang striker murni. Namun, untuk saat ini, skema duet tersebut bisa menjadi cara untuk meningkatkan ancaman serangan selama bursa transfer masih ditutup.
Terus setia berkunjung ke situs Beritamilan.com untuk mendapatkan berita AC Milan terbaru setiap harinya.





