Berita

JEDA SEPEKAN! Lupakan Petaka Parma, Milan Fokus Bidik Kemenangan Lawan Cremonese di Jam Nyaman WIB

×

JEDA SEPEKAN! Lupakan Petaka Parma, Milan Fokus Bidik Kemenangan Lawan Cremonese di Jam Nyaman WIB

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, Tim

Setelah menelan kekalahan pahit 0-1 dari Parma, skuad AC Milan kini memiliki waktu istirahat dan evaluasi selama sepekan penuh. Tanpa adanya jadwal kompetisi Eropa di tengah pekan, Rossoneri dapat memfokuskan seluruh energi mereka untuk laga lanjutan Serie A akhir pekan nanti.

Jadwal Berikutnya: Tandang ke Cremona di Waktu “Prime Time” WIB

Pada giornata ke-27 Serie A, Milan dijadwalkan bertandang ke markas Cremonese. Pertandingan ini akan digelar pada hari Minggu waktu setempat (pukul 12:30 siang waktu Italia). Bagi para Milanisti di tanah air, ini adalah kabar baik karena kick-off akan berlangsung pada Minggu malam pukul 18:30 WIB—waktu yang sangat nyaman untuk menonton tanpa harus begadang.

Sintesis Milan vs Parma (0-1): Rangkuman Petaka di San Siro

Sambil menatap laga melawan Cremonese, staf pelatih tentu harus mengevaluasi total apa yang terjadi di laga sebelumnya. Hasil melawan Parma adalah pukulan telak bagi pasukan Massimiliano Allegri dalam upaya mereka bersaing memperebutkan Scudetto dengan Inter Milan.

Laga tersebut ibarat mimpi buruk yang datang bertubi-tubi. Tampil mengenakan seragam (jersey) keempat terbaru yang memiliki corak merah dan hitam berbeda, Milan sudah dilanda kesialan sejak sesi pemanasan. Matteo Gabbia mengalami cedera dan harus digantikan oleh Koni De Winter untuk menemani Davide Bartesaghi di lini belakang.

Petaka berlanjut pada menit ke-10 ketika gelandang andalan, Ruben Loftus-Cheek, bertabrakan keras dengan kiper Corvi. Ia harus ditandu keluar lapangan menggunakan penyangga leher, dan posisinya digantikan oleh Ardon Jashari diiringi tepuk tangan simpati dari publik San Siro.

Dominasi yang Berujung Frustrasi

Secara statistik, laga sebenarnya berjalan layaknya monolog bagi Milan. Rafael Leao dan Christian Pulisic terus bergantian meneror pertahanan Parma. Peluang emas tercipta saat tendangan voli Leao yang memanfaatkan umpan Adrien Rabiot justru membentur tiang gawang.

Parma yang terus bermain bertahan akhirnya menghukum Milan di menit ke-80. Sundulan bek Argentina, Troilo, menjebol gawang Mike Maignan. Wasit Piccinini awalnya menganulir gol tersebut karena menilai ada pelanggaran (dorongan/halangan) terhadap Maignan. Namun, setelah tinjauan VAR yang memakan waktu lama, wasit mengoreksi keputusannya dan mengesahkan gol tersebut (0-1).

Di sisa waktu, asisten pelatih Marco Landucci (yang menggantikan Allegri karena skorsing) merombak formasi menjadi empat bek dan memasukkan banyak penyerang. Sayangnya, upaya tersebut gagal membuahkan hasil. Peluit panjang berbunyi, mengakhiri rekor tak terkalahkan (unbeaten) Milan yang telah bertahan sejak Agustus, sekaligus membuat Inter Milan kini melenggang nyaman di puncak klasemen dengan selisih +10 poin.


Analisis Redaksi

Jeda sepekan ini datang di saat yang sangat tepat. Kekalahan dari Parma bukan hanya soal hilangnya tiga poin, tetapi juga menguras mental dan fisik skuad akibat keputusan VAR yang kontroversial serta badai cedera yang kembali menghantam. Jarak 10 poin dari Inter membuat target Scudetto kini terasa sangat berat, dan fokus paling realistis adalah mengamankan tiket Liga Champions secepat mungkin.

Lawan Cremonese nanti, Milan tidak punya pilihan selain menang mutlak. Bermain di jam 18:30 WIB tentu akan memberi semangat tersendiri bagi basis penggemar di Asia untuk mendukung penuh tim kebanggaannya. Saatnya bangkit, Rossoneri!