Bursa transfer musim panas telah berakhir. Kini tiba waktunya untuk evaluasi. Bagi AC Milan, ini adalah musim panas yang penuh revolusi. Namun, banyak pihak menilai ada celah besar yang tersisa. Ini terasa seperti sebuah kesempatan yang terlewatkan.
Meskipun CEO Giorgio Furlani awalnya berkata “tidak perlu revolusi”, kenyataannya Milan merombak total skuadnya.
Lini Tengah: Satu-satunya Departemen yang Dipuji

Satu-satunya area yang mendapat pujian hampir secara universal adalah lini tengah. Gazzetta dello Sport dan media lain menyoroti keberhasilan di sektor ini.
Kedatangan pemain kelas dunia seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot menyuntikkan pengalaman. Investasi besar pada talenta seperti Samuele Ricci dan Ardon Jashari juga menjanjikan masa depan cerah.
Dengan adanya Ruben Loftus-Cheek dan Youssouf Fofana, Allegri kini memiliki ‘masalah mewah’. Ia punya banyak pilihan berkualitas.
‘Bencana’ di Lini Pertahanan

Kritik paling tajam ditujukan untuk lini pertahanan. I Rossoneri menjual Malick Thiaw seharga €40 juta. Namun, mereka gagal mendatangkan pengganti berpengalaman.
Upaya untuk merekrut Manuel Akanji dan Joe Gomez gagal total di hari terakhir. Klub justru hanya mendatangkan Koni De Winter dan bek belia David Odogu.
Situasi di posisi bek sayap dinilai lebih fatal. Setelah eksodus besar-besaran (Theo Hernandez, Calabria, Jimenez), Milan hanya merekrut Pervis Estupiñán yang rawan cedera.
Pelapisnya adalah pemain muda minim pengalaman. Keputusan melepas Alex Jimenez di akhir bursa juga dipertanyakan.
Lini Depan: Tipis dan Tidak Seimbang

Di lini depan, situasinya tidak lebih baik. Manajemen secara terbuka menyatakan butuh striker tipe Giroud. Namun, setelah pengejaran yang kacau (Vlahovic, Boniface, dll), mereka gagal mendapatkannya. Mereka hanya merekrut Christopher Nkunku, yang bukan seorang penyerang tengah murni.
Penjualan Noah Okafor dan Samuel Chukwueze juga membuat kedalaman skuad sangat tipis. Lini serang Il Diavolo Rosso kini dianggap hanya berjarak ‘satu cedera lagi dari krisis serius’.
Meskipun bursa transfer memiliki dinamika yang rumit, banyak yang merasa Milan kurang proaktif. Klub lain tampak lebih baik dalam bereaksi terhadap situasi. Absennya Liga Champions memang menjadi faktor peringan.
Namun, secara keseluruhan, mercato musim panas ini terasa seperti sebuah kesempatan besar yang terlewatkan untuk membangun tim yang benar-benar solid di semua lini.
Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.





