Berita

Hoki atau Strategi? Bedah Statistik Mengapa Milan Sering Cetak Gol Lewat Tembakan Pertama

×

Hoki atau Strategi? Bedah Statistik Mengapa Milan Sering Cetak Gol Lewat Tembakan Pertama

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri

Sebuah statistik menarik menjadi perbincangan hangat pasca-kemenangan AC Milan atas Cagliari. Data menunjukkan bahwa di Serie A musim ini, Rossoneri telah mencetak gol melalui tembakan tepat sasaran pertama mereka sebanyak 12 kali (versi La Gazzetta dello Sport).

Angka ini memunculkan perdebatan: Apakah Milan asuhan Massimiliano Allegri memiliki taktik jitu, atau sekadar dinaungi keberuntungan luar biasa? Mari kita bedah data di balik fenomena ini.

Milan vs Inter: Efisiensi vs Volume

Jika kita membandingkan dengan rival sekota, Inter, terlihat perbedaan gaya yang mencolok namun hasil konversi yang identik.

  • AC Milan: 28 gol dari 221 tembakan total (74 on target). Persentase akurasi: 33,5%.
  • Inter Milan: 36 gol dari 293 tembakan total (93 on target). Persentase akurasi: 31,7%.

Artinya, rasio konversi gol kedua tim hampir sama (0,11 vs 0,12). Milan tidak mencetak gol lebih banyak dari yang seharusnya; mereka hanya mengambil tembakan yang lebih sedikit namun lebih selektif.

serie a shot stats

Kualitas di Atas Kuantitas

Salah satu alasan mengapa tembakan pertama Milan sering menjadi gol adalah jarak tembak. Milan tercatat sebagai salah satu dari enam tim teratas yang melakukan tembakan dari jarak terdekat.

  • Jarak Rata-rata: Tembakan Milan rata-rata dari jarak 16,9 yard. Semakin dekat jaraknya, semakin besar peluang golnya (xG tinggi).
  • Analisis xG: Milan mencetak 28 gol dari 26,4 xG (Expected Goals). Mereka hanya melampaui ekspektasi sebesar +1,6. Ini adalah angka yang sehat dan berkelanjutan.
  • Inter Lebih ‘Hoki’?: Sebaliknya, Inter mencetak 36 gol dari 31,3 xG. Mereka melampaui ekspektasi sebesar +4,7. Statistik ini menunjukkan Inter-lah yang sedang dalam fase overperformance yang ekstrem.

Faktor Pulisic dan Leao

Rafael Leao, Christian Pulisic
Rafael Leao, Christian Pulisic

Efisiensi Milan juga didorong oleh ketajaman individu yang luar biasa musim ini.

  • Christian Pulisic: Pemain paling klinis di Serie A. Mencetak 8 gol hanya dari 3,9 xG. Ia memaksimalkan peluang kecil menjadi gol.
  • Rafael Leao: Mencetak 6 gol dari 4,3 xG. Perubahan posisinya ke area sentral membuatnya lebih efektif di depan gawang.

Kesimpulan: Ini Taktik, Bukan Keberuntungan

Fenomena “Gol dari Tembakan Pertama” ini adalah buah dari gaya main pragmatis Allegri. Pendekatan bertahan yang solid dan serangan balik cepat sering kali menghasilkan peluang emas (Big Chance) di momen transisi pertama, yang kemudian diselesaikan dengan dingin oleh penyerang Milan.

“Dipimpin oleh penembak jitu Pulisic dan Leao, tim ini sangat klinis dan tanpa ampun sekaligus pragmatis. Ini bisa jadi resep yang sempurna.”

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.