Harapan AC Milan untuk meraih Scudetto musim ini tampaknya semakin meredup. Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Siro pada Kamis (19/2) dini hari WIB, Rossoneri hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Como.
Hasil ini membuat skuad asuhan Massimiliano Allegri kini tertinggal 7 poin dari rival sekota, Inter Milan. Dengan hanya menyisakan 12 pertandingan (36 poin maksimal), misi mengejar gelar juara terasa semakin berat, kecuali Inter mengalami kejatuhan performa yang drastis.
Babak Pertama: Kejutan Taktik dan Blunder Maignan
Massimiliano Allegri melakukan empat perubahan dari skuad yang mengalahkan Pisa. Koni De Winter, Ardon Jashari, dan Samuele Ricci masuk sebagai starter. Rafael Leao juga masuk menggantikan Ruben Loftus-Cheek yang mendadak dicoret jelang kick-off.
Di kubu lawan, Cesc Fabregas secara mengejutkan mengubah formasinya untuk menyamai skema 3-5-2 milik Milan. Como bermain tanpa striker murni dan mengandalkan Nico Paz serta Martin Baturina di lini depan.
Petaka bagi Milan datang akibat kesalahan fatal dari kiper andalan mereka, Mike Maignan. Penjaga gawang asal Prancis itu terlalu santai saat membangun serangan dari belakang. Umpannya justru jatuh tepat di kaki Nico Paz, yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong untuk mencetak gol kesembilannya musim ini. Como unggul 1-0.
“Tragisnya, Mike Maignan adalah penyelamat di Stadio Sinigaglia bulan lalu, tetapi kali ini dialah yang memberikan gol cuma-cuma kepada lawan.”
Babak Kedua: Gol Cerdik Leao dan Kartu Merah Allegri
Memasuki babak kedua, Allegri mencoba merespons dengan memasukkan Matteo Gabbia, Youssouf Fofana, Alexis Saelemaekers, dan Niclas Füllkrug. Gol balasan yang ditunggu akhirnya tiba pada menit ke-64 melalui proses yang cukup mengejutkan.
Kali ini, giliran kiper Como, Butez, yang melakukan kesalahan. Ia berlari terlalu jauh meninggalkan sarangnya untuk memotong umpan lambung jarak jauh dari Ardon Jashari. Namun, Rafael Leao lebih cepat mencapai bola dan melepaskan tembakan lob indah (melambung) melewati kepala sang kiper untuk menyamakan kedudukan 1-1.
Setelah gol tersebut, Milan mendominasi laga. Fofana mendapat peluang emas dari umpan silang Saelemaekers, namun tembakannya meleset. Leao juga nyaris mencetak gol kedua saat sundulannya membentur mistar gawang (meski dalam posisi offside).
Drama Akhir Laga
Tensi pertandingan memuncak di menit-menit akhir. Terjadi keributan di area teknis pinggir lapangan yang berujung pada pengusiran (kartu merah) Massimiliano Allegri oleh wasit Mariani. Allegri tampak sangat marah dan langsung masuk ke lorong ganti.
Di masa injury time, Milan cukup beruntung karena Alexis Saelemaekers terhindar dari kartu kuning kedua (kartu merah) setelah melakukan pelanggaran keras yang terlambat direspons oleh wasit. Maignan kemudian menebus kesalahannya di babak pertama dengan melakukan penyelamatan gemilang di sisa waktu, memastikan laga berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Kehilangan poin penuh di kandang sendiri dalam laga tunda adalah kerugian masif. Milan terlihat kebingungan membongkar pertahanan Como yang menumpuk pemain di tengah. Blunder Maignan memang mengubah jalannya laga, tetapi ketidakmampuan lini serang memanfaatkan dominasi di babak kedua juga menjadi catatan merah.
Dengan absennya Allegri di laga berikutnya akibat kartu merah, Milan harus segera mencari fokus kembali jika tidak ingin gelar Scudetto benar-benar terbang ke sisi biru Kota Milan.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





