Jika pertanyaannya adalah apakah kehadiran Luka Modric di AC Milan sejauh ini layak disebut sukses, jawabannya adalah satu: ya, besar. Gelandang asal Kroasia tersebut tidak hanya datang dengan nama besar dan status legenda, tetapi membuktikannya lewat performa nyata di atas lapangan.
Modric mampu mengambil peran sentral dalam permainan Milan asuhan Massimiliano Allegri. Bersama para pemimpin lain seperti Adrien Rabiot, Mike Maignan, dan Christian Pulisic, ia memimpin Rossoneri menuju posisi kedua klasemen sementara—sebuah posisi yang tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi dan kualitas.
Semua Angka Bicara: Gol dan Assist
Dari sisi statistik, kontribusi Modric juga sangat signifikan. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan satu gol dan tiga assist di Serie A. Gol tunggalnya pun bukan gol biasa, melainkan gol penentu kemenangan 1-0 atas Bologna di San Siro.
Namun, nilai Modric tidak berhenti pada angka. Ia adalah poros permainan Milan. Bola kerap berada di kakinya, baik dalam situasi bola mati, fase membangun serangan, maupun saat tim membutuhkan ketenangan dalam mengelola tempo.
- 1 gol penentu melawan Bologna.
- 3 assist di Serie A.
- Peran sentral dalam penguasaan dan distribusi bola.
Modric adalah tipe pemain yang mungkin tidak selalu terlihat mencolok, tetapi dampaknya terasa di setiap fase permainan. Ia mengatur ritme, memberi arah, dan menjadi penghubung antara lini.
Masa Depan Masih Jadi Tanda Tanya?
Soal masa depan, situasinya masih terbuka, namun cenderung positif. Banyak hal akan bergantung pada kondisi fisik Modric, serta bagaimana perjalanannya bersama tim nasional Kroasia pasca-Piala Dunia.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah posisi akhir Milan di klasemen. Target besar klub tentu berkaitan dengan partisipasi di Liga Champions. Bermain di kompetisi tersebut bersama Milan disebut-sebut sebagai salah satu impian Modric sejak kecil, mengingat kedekatannya dengan klub Rossoneri.
Analisis Redaksi
Luka Modric mungkin tidak lagi berada di puncak usia emasnya, tetapi kecerdasan bermain dan pengaruhnya justru berada pada level tertinggi. Di Milan, ia bukan hanya gelandang, melainkan guru di lapangan. Jika kondisi fisiknya terjaga, Modric masih bisa menjadi referensi utama permainan Rossoneri, sekaligus fondasi penting dalam proyek Allegri.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.





