Kemenangan AC Milan atas Lecce pada Minggu malam bukan disebabkan oleh dominasi penguasaan bola semata, melainkan kembali ke prinsip dasar sepak bola: Sederhana dan Efektif.
Massimiliano Allegri mungkin bicara soal agresivitas di babak kedua, namun faktanya, gol kemenangan Rossoneri tercipta hanya melalui dua operan kunci.
Seni Sepak Bola Sederhana
Gol tersebut adalah definisi dari Direct Football. Matteo Gabbia melepaskan umpan jauh ke Alexis Saelemaekers. Dengan sentuhan keduanya, pemain Belgia itu mengirim umpan silang ke kotak penalti, dan Niclas Füllkrug menyundulnya masuk dengan sentuhan pertamanya.
“Sepak bola dalam bentuknya yang paling sederhana dan paling langsung (direct)… tampaknya gol serupa akan dicetak di masa depan.”
Füllkrug: Antidot Tim Kecil
Media ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, memberikan julukan menarik bagi striker Jerman tersebut: “Antidot untuk Tim Kecil”.
- Solusi Fisik: Allegri bersikeras menginginkan striker fisik karena alasan ini. Füllkrug mungkin tidak “mencolok” secara skill, tapi dia tahu cara menempatkan posisi di kotak penalti.
- Pecah Kebuntuan: Kehadirannya menawarkan cara bermain yang berbeda saat Milan menghadapi tim dengan pertahanan blok rendah (low block) yang sering menyulitkan Rossoneri musim ini.
Motivasi Piala Dunia
Selain profil fisiknya, faktor mentalitas juga berperan. Füllkrug memiliki motivasi ganda: membuktikan bahwa dia belum habis di level klub, dan mengamankan satu tempat di skuad Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026 musim panas nanti.
Untuk saat ini, Füllkrug fokus menjadi senjata rahasia Allegri, baik untuk melawan tim kecil maupun tim besar.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





