Media terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport, memberikan ulasan puitis mengenai kemenangan 3-1 AC Milan atas Como. Mereka menyebut bahwa kunci kemenangan Rossoneri adalah kemampuan bertahan dari badai, berterima kasih pada kiper, dan menyanyikan La Marseillaise.
Mengapa lagu kebangsaan Prancis? Karena Adrien Rabiot, Mike Maignan, dan Christopher Nkunku adalah aktor utama yang bersinar terang di tengah gempuran tuan rumah.
Babak Pertama: Harusnya 4-1, Bukan 1-1
Gazzetta menyoroti betapa beruntungnya Milan di babak pertama. Skor imbang 1-1 saat turun minum adalah sebuah keajaiban.
- Kesalahan Como: Tuan rumah hanya melakukan satu kesalahan defensif (pelanggaran Kempf terhadap Rabiot), namun dihukum sangat keras lewat penalti Nkunku.
- Penyelamatan Maignan: Cesc Fabregas pantas merasa tidak adil. Timnya mendominasi, tapi Maignan melakukan empat penyelamatan krusial, termasuk refleks ganda atas peluang Da Cunha yang disebut sebagai “eksibisi refleks kiper”.
Catur Taktik Allegri: 4-4-2 ke 4-3-3
Massimiliano Allegri mencoba bereksperimen dengan formasi 4-4-2 untuk pertama kalinya musim ini guna menutup lebar lapangan, namun gagal total.
“Langkah itu tidak membuahkan hasil… setelah 20 menit, Allegri memerintahkan 4-3-3, menggeser Leao dan Saelemaekers melebar, mencoba memblokir servis yang datang dari garis tepi.”
Meski perubahan taktik tidak sepenuhnya meredam dominasi Como, pengalaman dan “kelicikan” pemain senior Milan (terutama Rabiot) menjadi penentu saat energi pemain muda Como mulai habis di babak kedua.
Statistik Mahal: Unbeaten 19 Laga
Kemenangan ini memiliki makna historis. Rossoneri kini mencatatkan rangkaian 19 hasil tak terkalahkan, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak tahun 2005.
Fakta ini mengirim pesan jelas ke tetangga sebelah: Inter Milan tidak bisa merasa nyaman sendirian di puncak. Milan terus menempel ketat dalam perburuan Scudetto.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





