Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, tidak bisa menyembunyikan perasaan campur aduknya setelah tim asuhannya ditahan imbang 1-1 oleh AC Milan. Meski menghadapi raksasa Serie A, Vanoli yakin La Viola pantas keluar sebagai pemenang.
Milan, yang kembali kehilangan poin melawan tim papan bawah dalam kurun waktu empat hari, harus berterima kasih kepada gol telat Christopher Nkunku yang menyelamatkan mereka dari kekalahan. Bagi Vanoli, hasil ini terasa pahit namun membanggakan.
Bangga Tapi Kecewa
Berbicara kepada DAZN seusai laga, Vanoli mengungkapkan bahwa kekecewaan di ruang ganti justru adalah sinyal positif.
- Mentalitas Pemenang: “Saya senang, dalam tanda kutip, bahwa ada kekecewaan. Mereka mengerti bahwa mereka menampilkan performa hebat… Saya memberi tahu mereka bahwa saya bangga.”
- Pantas Menang: “Hari ini kami menghadapi tim yang kuat secara individu… (Tapi) Kami pantas menang.”
Bongkar Taktik Sisi Sayap
Vanoli juga membeberkan strategi yang ia gunakan untuk merepotkan Milan, yakni dengan mengeksploitasi keunggulan jumlah di sisi sayap (flanks).
“Saya mempersiapkan sisi sayap itu… di sisi lain (Robin) Gosens bebas menembak berkali-kali. Menurut pendapat saya, mereka memainkan permainan yang hebat.”
Strategi ini terbukti efektif, terutama di babak kedua di mana Fiorentina sering kali bebas mengirim umpan silang atau menembak dari sisi lebar lapangan, yang akhirnya berujung pada gol Pietro Comuzzo.
Atmosfer Franchi
Terakhir, Vanoli memuji dukungan suporter di Artemio Franchi yang membuat Milan tertekan.
“Kami tahu betapa pentingnya bermain di kandang… Saya menyukai reaksi setelah gol (penyeimbang Milan), ketika kami ingin memenangkannya dengan segala cara, bahkan jika terkadang mereka membuat saya sedikit marah karena Anda berisiko kalah. Kami perlu sedikit lebih jernih,” tutupnya.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





