BeritaKonferensi Pers

Evaluasi Cagliari 0-1 Milan: Allegri Soroti Start Lambat dan Puji ‘Pembacaan’ De Winter

×

Evaluasi Cagliari 0-1 Milan: Allegri Soroti Start Lambat dan Puji ‘Pembacaan’ De Winter

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri

Kemenangan 1-0 atas Cagliari bukan hanya soal tiga poin bagi Massimiliano Allegri, tetapi juga validasi atas eksperimen taktisnya. Pelatih AC Milan tersebut meyakini bahwa Rafael Leao, yang mencetak gol kemenangan, mulai menunjukkan jati dirinya sebagai seorang striker sentral, bukan lagi sekadar pemain sayap.

Berbicara kepada Sky pasca-pertandingan, Allegri memberikan analisis mendalam mengenai performa timnya yang sempat tertekan di babak pertama namun bangkit dengan soliditas pertahanan yang memukau di babak kedua.

Evolusi Rafael Leao

Ditanya apakah Leao memiliki karakter seorang striker murni, Allegri memberikan jawaban yang mengejutkan namun masuk akal.

  • Lebih Hidup di Tengah: “Ketika dia berada di tengah, dia lebih bersemangat dalam permainan. Ketika dia bermain di sayap kiri, dia terkadang lengah dan kehilangan fokus.”
  • Potensi No.9: Allegri menegaskan, “Dia memiliki kualitas dan keterampilan untuk bermain sebagai penyerang tengah. Dia masih perlu menemukan performa terbaiknya.”

Pujian untuk Pertahanan Muda

Selain Leao, sorotan positif juga tertuju pada lini belakang yang kembali mencatatkan clean sheet. Allegri secara khusus memuji perkembangan individu para bek mudanya.

  • Koni De Winter: “De Winter merebut tiga bola penting di dalam kotak penalti… Mereka meningkatkan kemampuan membaca kotak penalti.”
  • Soliditas Unit: Allegri menyebut bahwa bermain untuk Milan tidak mudah, namun pemain seperti Bartesaghi, Estupinan, dan Tomori terus membaik secara fisik dan mental.

Matematika Allegri dan Scudetto

Ketika disinggung soal persaingan gelar juara (mengingat ada 5 tim yang berjarak rapat), Allegri kembali mengeluarkan jurus andalannya: meredam ekspektasi dengan humor.

“Saya tidak pandai bahasa Italia, tetapi saya pandai matematika… (tertawa). Penting untuk bermain pada tanggal 2, lalu ketika mereka menyuruh kita bermain, kita bermain.”

Sang pelatih menolak bicara soal Scudetto karena menurutnya “terlalu dini”. Ia lebih memilih fokus pada jadwal padat di bulan Januari, dimulai dengan persiapan menghadapi Genoa pada hari Kamis mendatang.

Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.