Laga derbi antara tim peringkat pertama dan kedua kali ini terasa kurang greget karena hilangnya pesona perebutan gelar Scudetto bagi AC Milan. Meskipun skuad Rossoneri sukses meraup tiga poin absolut, peluang untuk mengejar ketertinggalan tujuh angka di sisa kompetisi masih terbilang sangat mustahil.
Penyesalan Terbesar Skuad Rossoneri
Terdapat dua penyesalan besar yang kini menghantui tim, yakni kebiasaan buruk membuang poin krusial saat berhadapan dengan barisan klub semenjana. Masalah fundamental lainnya berakar dari kegagalan manajemen dalam membangun kedalaman skuad yang mumpuni sejak bursa transfer musim panas lalu.
Cedera yang menimpa Matteo Gabbia semakin mempertegas betapa rapuhnya kedalaman lini belakang pasukan racikan pelatih Massimiliano Allegri saat ini. Kedatangan striker Niclas Fullkrug di lini depan juga terbukti gagal memberikan dampak signifikan layaknya pergerakan transfer Donyell Malen bersama AS Roma.
Kekacauan di Jajaran Manajemen
Berbagai rumor tidak sedap belakangan ini kembali menyoroti betapa buruknya sistem tata kelola di dalam jajaran petinggi Casa Milan. Banyak pihak mencoba menyangkal kabar tersebut sebagai sebuah upaya destabilisasi menjelang derbi, namun kenyataannya memang banyak hal yang berjalan melenceng dari kewajaran.
Akar permasalahan diyakini bermula dari ambisi pribadi CEO Giorgio Furlani yang ingin menguasai ranah teknis olahraga tanpa mengindahkan batas kompetensinya. Sungguh sangat tidak masuk akal ketika Mister Allegri secara spesifik meminta pemain berpengalaman, sang CEO justru asyik memburu barisan remaja belasan tahun.
Kebijakan Transfer yang Membingungkan
Manajemen dengan berani menghabiskan sepuluh juta euro untuk bakat muda Alphadjo Cisse, padahal tim utama sangat membutuhkan suntikan dana segar secepatnya. Keputusan petinggi klub untuk menyiapkan tujuh belas juta euro demi pemain bernama Andre juga sangat membingungkan karena sang pelatih sama sekali tidak mengenalnya.
Perekrutan Odogu pada musim panas lalu sebagai pelipur lara atas kegagalan transfer Manuel Akanji terbukti menjadi investasi bodong yang merugikan. Mendatangkan pilar muda potensial memang sah-sah saja asalkan struktur fondasi tim utama sudah solid, namun sayangnya skuad Il Diavolo Rosso justru sedang krisis pemain matang.
Rangkuman Kolom Editorial
- Massimiliano Allegri dipastikan akan tetap menjabat sebagai pelatih kepala AC Milan untuk mengarungi kerasnya kompetisi pada musim depan. Pihak manajemen wajib mendengarkan dan melibatkannya secara langsung dalam setiap keputusan krusial agar kasus kegagalan merekrut Jean-Philippe Mateta tidak terulang kembali.
- Para petinggi klub juga dituntut untuk membiarkan Direktur Olahraga Igli Tare bekerja dengan leluasa sesuai dengan kapasitas teknis profesionalnya. Kehadiran sosok luar seperti Busardo tidak boleh lagi mencampuri urusan strategi transfer yang murni menjadi wewenang penuh dari sang direktur.
- Publik memang selalu diberikan kebebasan untuk menganggap semua kritik tajam ini sebagai karangan fiktif belaka dari pihak jurnalis semata. Namun para penggemar yang cerdas pasti menyadari bahwa suasana harmonis di dalam markas Casa Milan saat ini hanyalah sebuah ilusi kosong.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans setia yang butuh semangat baru, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori ini adalah pilihan paling pas buat nobar. Segera dapatkan koleksi ini dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi
Kekacauan struktural di level manajemen ini jelas menjadi biang keladi utama dari segala kemunduran prestasi skuad kesayangan kita sepanjang musim ini. Jika Giorgio Furlani tidak segera menurunkan egonya dan mulai mempercayai kejeniusan taktik Mister Allegri, maka puasa gelar ini dipastikan akan berlangsung sangat panjang.
Beritamilan.com dikelola secara independen dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





